Kampanye Iklan Medsos Berbeda dengan Kampanye Daring Lain

Addiction.id-Jakarta. Iklan kampanye di media sosial boleh dilakukan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 selama 14 hari sebelum masa tenang. Demikian ungkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Rangkaian tersebut disebut berbeda dengan kampanye daring yang berlangsung selama 71 hari masa kampanye.

“Kami mengingatkan di media sosial itu bisa dilakukan selama masa kampanye selama 71 hari, cuma iklannya sendiri 14 hari. Sebelum masa kampanye berakhir. Jadi ini penting agar tidak melanggar ketentuan iklan maupun pelaksanaannya,” terang Raka, dikutip dari Republika, Senin (28/09).

Raka memaparkan, ketentuan iklan kampanye di media sosial sama dengan ketentuan iklan kampanye di media massa–baik cetak, elektronik (televisi dan radio), daring, serta lembaga penyiaran swasta/negeri. Pada prinsipnya, yang membedakan kampanye di media sosial hanyalah berbayar atau tidak.

Platfom media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube, memiliki fitur iklan untuk promosi guna menjangkau target yang lebih luas, termasuk iklan politik. Namun, pengiklan harus membayar.

Selain itu, jika memanfaatkan jasa influencer, pasangan calon (paslon) harus mendaftarkanya ke KPU. Pasalnya pengeluaran kampanye, termasuk membayar influencer, harus tercatat dalam laporan dana kampanye.

Influencer sah-sah saja mengunggah foto paslon, kegiatan kampanye paslon, dan membagikannya kepada pengikutnya di medsos. “Jadi itu tentu untuk mewujudkan kampanye yang akuntabel dan kredibel,” ungkap Raka.

Untuk ke depannya, ada kemungkinan semakin maraknya akun medsos yang mempromosikan paslon jagoannya. Hal ini diperbolehkan selagi tidak menyalahi ketentuan perundangan-undangan dan larangan kampanye. Misalnya menyebarkan hoaks atau berita bohong, memanfaatkan isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), serta politik identitas.

Diketahui, kampanye dimulai dari 26 September sampai 5 Desember 2020. Sementara masa tenang berlangsung dari 6 hingga 8 Desember dan hari pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

(LH)