Tingkatkan Minat Belanja, Tokopedia Adakan Promo WIB

Addiction.id-Jakarta. Resesi ekonomi disebut akan terjadi di Indonesia. Dugaan itu berangkat dari minusnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III 2020. 

Guna menahan laju resesi, sektor perekonomian harus didorong. Salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan minat belanja masyarakat. Kampanye diskon saat ini menjadi daya tarik untuk berbelanja. Misalnya, kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB) yang diusung Tokopedia.

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia, menuturkan bahwa kampanye yang diadakan setiap tanggal 25 hingga akhir bulan merupakan upaya pihaknya menawarkan beragam  nilai tambah, sehingga berbelanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih menarik dan efisien.

“Masyarakat bisa mendapatkan berbagai produk berkualitas dari bermacam merek lokal maupun internasional dari berbagai kategori, dengan sederet kemudahan seperti diskon hingga 90%, cashback spesial hingga program Kejar Diskon yang berlaku pada jam-jam tertentu,” tutur Ekhel melalui keterangannya, Selasa (29/09).

Melalui program Kejar Diskon, lanjut Ekhel, masyarakat bisa mendapat barang yang dibutuhkan dengan harga terjangkau, yakni Rp 99 ribu. Pun bisa menikmati promo bebas ongkir.

Selain itu, Tokopedia turut menyediakan wadah bagi para pegiat usaha lokal untuk berkolaborasi dengan para mitra strategis, termasuk pemerintah dan pegiat usaha lintas sektor.

Menurut Ekhel, beradaptasi dengan cara berinovasi dan berkolaborasi merupakan kunci untuk menghadapi pandemi. Kiat ini dilakukan oleh nyaris seluruh pegiat usaha di Indonesia, tak terkecuali Tokopedia yang telah memiliki lebih dari 9 juta penjual di platformnya.

“Pegiat usaha yang memanfaatkan kanal daring diharapkan dapat mempertahankan bisnis sekaligus berkontribusi pada pemulihan perekonomian Indonesia yang saat ini terdampak pandemi,” sambung dia.

Kemudian diketahui bahwa tingkat penjualan online di Tokopedia mengalami pertumbuhan. Misalnya, di  kategori olahraga. Peningkatan transaksi hampir 3 kali lipat di Agustus 2020 jika dibandingkan periode sebelum pandemi.

Tak hanya itu, pada kampanye Tokopedia Nyam!, angka penjual makanan siap masak meningkat signifikan yakni nyaris 3 kali lipat jika dibandingkan periode sebelum pandemi.

“Itu sebagian contoh yang bisa saya sampaikan. Dari penjual, kami juga melihat pertumbuhan yang signifikan. Saat ini, sudah terdapat lebih dari 9,2 juta penjual yang tergabung di Tokopedia, meningkat lebih dari 2 juta, dibandingkan dengan awal tahun ini,” ungkapnya.

Ekhel mengatakan pihaknya melihat antusiasme masyarakat yang tinggi dengan diadakannya berbagai kampanye dan sejumlah inisiatif—baik dari sisi penjual atau pembeli. Mereka berupaya menciptakan peluang dan memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi.

(LH)