Iklan Politik di Medsos Dituntut Lebih Jelas

Addiction.id-Jakarta. Pilkada Serentak akan digelar 9 Desember 2020 nanti. Tahapan pilkada saat ini sudah memasuki masa verifikasi perbaikan syarat calon. Nantinya dilanjutkan dengan penetapan paslon dan pengundian nomor urut. Berdasarkan jadwal, masa kampanye dilakukan pada 26 September hingga 5 Desember.

Mengenai tahapan itu, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) mengatakan iklan politik para kandidat atau partai di media sosial semakin marak.

“Namun, pengawasan dan pengaturannya masih belum memadai. Padahal sebagai saluran iklan, media sosial dinilai memiliki efek yang lebih besar daripada media konvensional seperti televisi, radio, dan media massa,” jelasnya melalui akun Twitter @elsamnews, Senin (21/09).

Penilaian Elsam berangkat dari karakter media sosial yang menyasar target iklan. Diketahui, media sosial kaya akan data penggunanya sehingga pesan iklan bisa dikirim secara spesifik sesuai profil target.

“Melalui proses yang disebut political microtargeting, kampanye politik yang dikirimkan media sosial dapat menyampaikan pesan secara lebih akurat dibanding iklan di media konvensional,” terang Elsam.

Maka dari itu, Elsam mendorong supaya iklan politik perlu diperhatikan secara serius, di mana pengaturaannya lebih jelas dan relevan dengan karakter media sosial.

Diketahui, berdasarkan hasil pantauan Elsam terhadap iklan politik pada Pemilu 2019 lalu, didapati 116 laporan iklan kampanye politik di media sosial. Terdapat 29 di antaranya merupakan iklan kampanye capres dan cawapres, 28 iklan parpol, dan 59 iklan calon legislatif di tingkat DPR, DPRD dan DPD.

Kemudian didapati 73 iklan dibagikan melalui Instagram, sementara dan lainnya melalui Facebook, baik dari akun partai, pribadi, maupun akun lainnya. Khusus partai, temuan itu menunjukkan ada 15 parpol yang menyebarkan iklan kampanye politik melalui media sosial.

Iklan kampanye politik itu berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Riau, Banten, Semarang, dan Medan.

Adapun pemilihan legislatif, Elsam menerima setidaknya 56 calon yang menggunakan iklan kampanye media sosial. Sebanyak 13 di antaranya terpilih, sedangkan sisanya gagal menduduki kursi wakil rakyat.

(LH)