Tak Hanya Untuk Influencer, Siberkreasi Untuk Masyarakat Umum

Addiction.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) disebut membesut Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Program ini menjadi viral lantaran dituding sebagai program untuk melatih influencer.

Sebagai informasi, Siberkreasi dibentuk pada Oktober 2017. Saat itu, program ini menjadi wadah literasi digital masyarakat di tengah maraknya  hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, pornografi, penipuan, hingga radikalisme di internet.

Berangkat dari keresahan tersebut, Kominfo berupaya mengajak seluruh masyarakat dan komunitas untuk menebarkan konten positif di dunia maya lewat gerakan Siberkreasi.

Berdasarkan siaran pers tertanggal 2 Oktober 2017, Kominfo memaparkan bahwa Gerakan Siberkreasi merupakan kolaborasi sejumlah institusi pemerintah maupun swasta, komunitas dan pegiat literasi digital.

Gerakan ini merupakan wujud komitmen bersama berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat melalui ajakan untuk berbagi kreativitas lewat konten positif dan memanfaatkan internet secara bijak serta bertanggungjawab.

“Ini bukan program pemerintah saja tapi juga program perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat. Tidak bisa diklaim yang punya gerakan ini. Concern Kominfo adalah merangkul komunitas dan ekosistem untuk menyebarkan konten positif. Jika konten tidak bisa di-manage dengan baik akan jadi bumerang,” terang Rudiantara, Menkominfo saat itu, ketika mengenalkan Siberkreasi ini ke publik.

Dedy Permadi–yang kala itu menjadi Ketua Umum Gerakan Siberkreasi–menuturkam bahwa pertumbuhan pengguna internet yang tinggi di Indonesia harus diimbangi dengan literasi digital.

“Tinggi dan massif-nya pembangunan infrastruktur belum diimbangi dengan pengetahuan penggunaan TIK dengan baik. Sehingga terjadi gap antara teknologi dan pengetahuan yang rendah. Infrastuktur yang dibangun tidak diimbangi pengetahuan. Gap ini yang mengakibatkan keresahan sehingga muncul hoax, cyberbullying, radikalisme,” jelas Dedy yang kini menjadi Staf Ahli Menkominfo.

Hingga kini, Siberkreasi masih menjalankan program-programnya terkait digital. Dalam menjalankan program ini, Kominfo menggandeng lembaga, komunitas, blogger, hingga influencer seperti Yosi Mokalu, Marcella Zalianti, dan Dennis Adhiswara.

Sebelumnya, Siberkreasi diterpa isu miring terkait influencer di media sosial. Pembahasan soal Siberkreasi itu bermula dari pernyataan Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto, yang salah satunya  membahas pelatihan kepada masyarakat untuk menjadi influencer.

Pernyataan Henry itu pun kemudian viral di media sosial. Berbagai tudingan lantas muncul terhadap Siberkreasi. Dari disebut  organisasi buzzer/influencer hingga serangan terhadap Ketua Umumnya, Yosi Mokalu alias Yosi Project Pop.

Dedy Permadi, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM, kemudian menegaskan bahwa tudingan yang beredar tidaklah benar.

Ia menjelaskan, Siberkreasi ialah gerakan nasional literasi digital yang mewadahi kolaborasi 108 lembaga dan komunitas. Perihal influencer, ia mengakui, memang ada program School of Influencer. Pelatihan ini ditujukan untuk masyarakat.

“School of Influencer bukan pelatihan untuk para influencer. School of Influencer bisa dicek di website maupun di medsos Siberkreasi,” ujar Dedy, Minggu (30/08).

(LH)