Janjikan Barang Gratis, Aplikasi Malah Suguhkan Malware Iklan Palsu

Addiction.id-Jakarta. Sejumlah aplikasi di Play Store dihapus oleh Google. Pasalnya, aplikasi-aplikasi ini membawa botnet penipuan iklan.

Nama botnet tersebut dinamakan Terracotta, dilansir dari ZDNet.  Botnet ini pertama kali ditemukan oleh tim keamanan seluler Satori di White Ops, perusahaan yang berfokus mengidentifikasi perilaku bot.

Sebagai informasi, botnet ialah sejumlah program komputer yang terhubung ke jaringan internet. Sementara, Terracota ialah jenis botnet, yang termasuk malware, yang kerap digunakan untuk menginfeksi perangkat seluler.

Menurut peneliti, Terracotta aktif sejak akhir 2019. Aplikasi yang mengandung botnet Terracota, lanjut peneliti, menyuguhkan iklan yang menjanjikan produk-produk gratis jika pengguna menginstal aplikasi itu di perangkat mereka. Seperti, menawarkan sepatu, sepatu kets, sepatu boots, dan terkadang tiket, kupon, dan perawatan gigi yang mahal.

Untuk mendapat produk yang ditawarkan itu, pengguna harus menunggu sekitar 2 minggu setelah diinstal.

Namun, peneliti berpendapat bahwa produk gratis yang sebenarnya diberi kepada pengguna ialah malware penipuan iklan atau botnet Terracotta.

Saat aplikasi dijalanman, botnet menipu dengan memuat iklan dan memperoleh pendapatan dari tayangan iklan palsu. Pada perangkat yang terinfeksi, aplikas ini sering menghabiskan baterai dan lalu lintas bandwidth seluler, pasalnya aplikasi ini berjalan sepanjang waktu.

Tim White Ops menggambarkan Terracotta sebagai botnet kompleks dan masif. Botnet ini menggunakan teknik canggih dalam melewati deteksi dari penipuan jaringan iklan, dan beroperasi dalam skala masif.

Menurut tim itu, Terracotta diam-diam memuat lebih dari dua miliar iklan di 65.000 ponsel pintar yang terinfeksi pada minggu terakhir Juni 2020. Sayangnya, White Ops tidak memberi tahu daftar aplikasi membawa Terracotta.

Kendati demikian, Google telah menghapus aplikasi-aplikasi yang telah terinfeksi dari gerai resminya, Play Store. Perusahaan pun mematikan aplikasi berbahaya di semua perangkat pengguna untuk menghentikan perilaku jahat mereka.

“Karena kolaborasi kami dengan White Ops yang menyelidiki operasi penipuan iklan Terracotta, temuan penting mereka membantu kami menghubungkan kasus ini ke kumpulan aplikasi seluler yang ditemukan sebelumnya dan untuk mengidentifikasi aplikasi buruk tambahan. Ini memungkinkan kami bergerak cepat untuk melindungi pengguna, pengiklan dan ekosistem yang lebih luas – saat kami menentukan pelanggaran kebijakan, kami mengambil tindakan,” jelas juru bicara Google.

(LH)