Pandemi Menjadi Momen Tepat Brand Beriklan

Addiction.id-Jakarta. Pergerakan ekonomi yang lamban mendamprat industri periklanan dengan banyak tantangan akibat pandemi Covid-19. Lebih jauh, pandemi ini berdampak pada berkurangnya masa operasional, penerapan work from home (WFH), bahkan pengurangan karyawan.

Kendati didera beragam persoalan, hal ini tidak berarti komunikasi brand berhenti. Sebaliknya, hal ini mestinya bisa menjadi momentum untuk memperkuat promosi/iklan. Harapannya, ke depannya bisa  memperkuat kepemimpinan di pasar.

“Masa sulit pandemi Covid-19 memang berdampak luar biasa ke hampir semua bisnis. Namun, bagi pemilik bisnis yang punya alokasi bujet iklan yang mencukupi, bisa mencoba berpikir terbalik dari pemilik bisnis pada umumnya, yakni memanfaatkan momentum sekarang ini untuk berinvestasi lewat promosi pasang iklan di berbagai media,” jelas Direktur Marketing Doremindo Agency (DO’A), Suardi, dikutip dari Sindo, Minggu (23/08).

Tentu dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pulih dari situasi sulit seperti ini. Momen ini bisa menjadi peluang untuk menanamkan persepsi brand kepada konsumen. Di saat situasi benar-benar pulih, mereka yang bersikap demikian memiliki kemungkinan lebih “kokoh”, ketimbang mereka yaang baru berusah pulih.  Maka dari itu, investasi untuk promosi/pemasangan iklan dinilai penting untuk menguasai pasar.

Ada beragam ruang yang bisa digunakan untuk berinvestasi iklan, baik di media konvensional (seperti koran atau majalah) maupun media digital (seperti radio, televisi hingga media online).  Kombinasi keduanya, kata Suardi, ialah pilihan terbaik.

Ia mengatakan di situasi krisisi seperti saat ini,  sejumlah media memberi diskon spesial dan paket-paket harga pemasangan iklan hemat untuk membantu promosi perusahaan.

“Sementara, pada masa normal di saat tidak ada krisis/pandemi, harga iklan di media cenderung lebih tinggi dan diskonnya lebih kecil. Sebab banyak brand yang mengantre atau rebutan memasang iklan di posisi terbaik. Investasi lewat promosi iklan di media yang tepat pada masa sekarang, ibarat membeli saham ketika harga lagi turun,” sambung dia.

Perlu diingat, selama pandemi ini, seluruh masyarakat direkomendasikan untuk lebih banyak tinggal di rumah. Hal ini beriringan dengan perubahan perubahan pola hidup masyarakat, seperti lebih memerhatikan kesehatan hingga banyak kegiatan di area digital.

Menimbang hal tersebut,  iklan digital kian marak, namun diperlukan pula pemasangan iklan secara konvensional guna menjangkau pengguna nondigital.

(LH)