Iklan Langgengkan Hoaks, Menkeu Anggarkan Dana Bagi Pelawan Hoaks

Addiction.id-Jakarta. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengatakan bahwa hoaks menjadi salah satu ekosistem bisnis. Pandangan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya iklan yang terpasang di laman yang memuat hoaks, yang justru melanggengkan hoaks tersebut.

Ketua AMSI Wenseslaus Manggut menuturkan bahwa, kebebasan berpendapat membuat siapa saja, baik legislatif hingga tim sukses, bisa membuat media.

Konsekuensi di tengah era digital ini, masyarakat mudah termakan hoaks. Wens menyadari hoaks bukan hanya menyoal misinformasi, melainkan menjadi ekosistem bisnis.

“Hoaks merajalela dan di banyak platform bahkan kebencian menjelma menjadi semacam produk, bisa diperjualbelikan dan di sana dia susah kita atasi, juga karena ada freedom of speech di situ dan juga lebih karena itu tadi dia sudah menjelma menjadi produk, ada ekosistem bisnis di situ,” ungkap Wens di Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara daring di Jakarta, Sabtu (22/08), dikutip dari tirto.id.

“Di konten-konten yang hatespeech, di video dan di banyak tempat itu ada iklannya. Ada iklannya. Dia lama-lama menjelma menjadi ekosistem bisnis,” sambung dia.

Saat ini, lanjutnya, AMSI menggaet sejumlah pihak untuk memberantas hoaks, seperti Mafindo. Dengan ini, mereka mengecek fakta dan mengumpulkannya ke cekfakta.com–platform yang berisi hoaks maupun kebenaran suatu informasi.

Lebih lanjut, Wens mengatakan perlunya langkah lebih jauh. Sebab hoaks kini cenderung menjadi produk dan sudah ada brand yang masuk dalam iklan tersebut.

AMSI diketahui mulai bertemu dengan pengelola brand untuk membicarakan hal tersebut. Ia juga menyarankan rencana regulasi untuk mencegah hoaks menjadi bisnis.

“Mungkin dari sisi media perlu upaya yang panjang, mungkin regulasi itu sangat ampuh. Namun, regulasi dalam situasi seperti ini jadi pedang bermata dua. Maka, dari sisi bisnis jauh lebih efektif,” lanjut Wens.

Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons positif gagasan Wens. Ia mengakui hoaks memang tantangan besar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Ia juga menyambut positif langkah AMSI dan insan pers yang mulai berbicara dengan platform atau pemegang brand dalam beretika dengan tidak beriklan sembarangan, terutama di konten hoaks.

Ia berencana mengalokasikan anggaran negara untuk iklan ke media secara langsung tanpa lewat platform.

“Kami akan mencoba melakukan seperti yang kemarin Dewan Pers minta apakah bisa iklan-iklan di seluruh pemerintahan itu betul-betul disalurkan kepada media-media yang punya kita tanpa kita mungkin akan menimbulkan persoalan mengenai retaliasi,” ungkapnya di kesempatan yang sama.  

Sri Mulyani menyadari kemungkinan timbulnya pro-kontra. Namun, ia memberi penegasan bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi kita akan membuat dengan policy-policy yang memang tujuannya adalah untuk bisa kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

(LH)