Iklan Pemasar Miras Akan Diancam Pidana

Channel9.id-Jakarta. Sanksi pidana iklan minuman keras dinilai harus diakomodir Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Demikian ungkap Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dari Fraksi PAN Guspardi Gaus.

Guspardi mengatakan hal ini diperlukan demi menjaga generasi penerus bangsa.

“Kita harus mengedepankan kepentingan generasi muda sebagai generasi harapan bangsa, jangan sampai terjerumus kepada hal-hal negatif,” ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (21/08).

Guspardi memaparkan, Pasal 79 RUU Ciptaker menjadi polemik lantaran mengubah atau menghapus sanksi tayangan iklan miras, zat adiktif, dan asusila yang tertuang di UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Anggota Komisi II DPR RI itu menyebut bahwa miras berdampak buruk. Karenanya, harus ada proteksi agar anak muda terhindar dari miras.

“Kalau ini dibiarkan, berarti kita mencederai mereka ke arah yang lebih baik,” imbuh dia.

Kendati mengaku bahwa DPR bukanlah ‘lembaga stempel’, Guspardi mengatakan, sesuai dengan kewenangannya draf RUU Cipta Kerja bisa diubah. Tindakan ini, katanya, bergantung kesepakatan dan persetujuan para fraksi dan pihak pemerintah.

“Jadi di dalam pembahasan RUU ini bisa saja ada hal-hal yang tidak ada kita buat aturan baru dan bisa juga ada hal-hal yang tidak sesuai kita selaraskan dan ada pula ada hal-hal yang tidak perlu kita buang,” ungkapnya.

Lebih jauh, Guspardi berharap seluruh fraksi memiliki pemahaman yang sama. Sehingga, ganjaran terhadap pemasar miras tak hanya sanksi administrasi, tetapi juga sanksi pidana.

(LH)