Shopee Tarik Iklan Jual Uang Rp75 Ribu Seharga Jutaan

Addiction.id-Jakarta. Di platform belanja online seperti Shopee, terdapat akun yang menjual uang nominal Rp75 ribu edisi Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 dengan harga Rp 1,75 juta per lembar. Ada pula yang menjualnya dengan harga Rp8,88 juta  per lembar.

Menanggapi penjualan semacam itu, Shopee Indonesia menarik iklan akun yang menjual uang edisi khusus seharga jutaan tersebut. Menurut Public Relations Lead Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi, tindakan ini sesuai dengan aturan Bank Indonesia (BI).

“Secara resmi, uang tunai ini hanya dapat diakses melalui BI, Bank Mandiri, BNI, BI, BCA, dan CIMB Niaga,” ungkap Aditya, Rabu (19/08).

Aditya mengatakan, uang tersebut bisa diakses melalui dipesan secara online, baik melalui aplikasi dan/atau situs BI.

Sementara itu, perihal penjualan uang dengan harga selangit,  Direktur Departemen Komunikasi BI Junianto Herdiawan  mengatakan, “Kalau uang yang masih berlaku, nilanya ya masih sesuai dengan yang tertera.”

Junianto juga mengatakan uang edisi kemerdekaan Rp75 ribu bisa ditukar di BI dengan harga yang sama. “Jumlah yang dicetak pun banyak, ada 75 juta lembar. Penukaran juga dibuka terus,” terangnya.

Menurut UU Mata Uang, larangan penjualan hanya berlaku untuk uang rusak atau palsu. Tak ada pernyataan yang melarang menjual rupiah dengan harga lebih tinggi.

Namun pada 2008, BI merilis Surat Edaran (SE) Nomor 10/8/DPU tentang Penukaran Uang Rupiah. Di dalam bagian III, ada pernyataan: “Pelaksanaan layanan penukaran dilakukan di luar kantor Bank Indonesia dan/atau di luar kantor pihak lain yang disetujui oleh BI”.

SE ini diperbarui pada 2011 dengan SE Nomor 13/12/DPU. Namun dari dua SE tersebut, tak ada penyebutan sanksi bagi penukaran atau penjualan uang oleh pihak lain yang tidak disetujui BI.

Di beberapa tahun belakangan, BI mengimbau masyarakat agar tak menukar uang di tempat penukaran uang yang tidak resmi. Demikian ungkap Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi sejak dua tahun lalu, terkait jasa penukaran uang baru di pinggir jalan menjelang lebaran.

(LH)