Menyoal Iklan Judi di YouTube

Addiction.id-Jakarta. Belakangan, YouTube memperbarui kebijakannya yang membuat iklan semakin sering muncul, kendati video terbilang pendek atau kurang dari delapan menit.

Iklan-iklan yang tayang bergantung pada pengaturan  algoritma yang YouTube miliki. Namun, apa jadinya bila jika iklan yang tayang itu melanggar hukum di Indonesia?

Alfons Tanujaya, seorang pakar keamanan siber sari Vaksincom,  menjelaskan bahwa sejatinya iklan yang melanggar aturan hukum di Indonesia tidak boleh ditayangkan. Contohnya, iklan judi online atau iklan pornografi.

Namun, kata dia, ada sejumlah kemungkinan yang membuat iklan tersebut bisa tayang di YouTube. 

Pertama, adanya kecerobohan pengelola iklan sehingga filtrasi yang diteralkan bisa dilewati. Akhirnya, iklan yang dilarang bisa tayang.

Kedua, pengakses YouTube menggunakan VPN, di mana IP VPN yang digunakan adalah IP negara lain. Lalu IP ini  diidentifikasi boleh menayangkan iklan judi.

“Kalau ini memang bukan salah penampil iklan, tetapi memang iklan ditampilkan sesuai dengan IP pengakses yang membolehkan tampilnya iklan tersebut,” terang Alfons, dikutip dari SINDOnews, Senin (17/08).

Di sisi lain, kebijakan periklanan Google Ads membolehkan perjudian, yang bertanggung jawab dan mematuhi undang-undang perjudian dan standar industri setempat.

Jadi, intinya, Google membolehkan iklan perjudian bila mematuhi kebijakannya, dan pengiklan telah menerima sertifikasi Google Ads yang sesuai.

Pada akhirnya, iklan perjudian harus menargetkan negara yang membolehkannya tayang, memiliki laman yang menampilkan informasi tentang perjudian yang bertanggung jawab, dan dilarang menyasar pengguna di bawah umur.

Artinya, pengiklan perjudian harus mengikuti peraturan setempat yang menjadi target.

(LH)