Melalui Digitalisasi, Grab Dukung Ekonomi UMKM

Addiction.id-Jakarta. Kehadiran Grab telah membantu banyak pekerja lepas dan pelaku UMKM. Layanan ini tercatat berkontribusi hingga Rp10,1 triliun bagi perekonomian Jawa Barat, berdasarkan hasil studi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics pada 2018.

Terbaru, riset yang dilakukan pada Januari 2020, menunjukkan bahwa responden melihat adanya peningkatan pendapatan hingga 138% melalui Grab.

Terdapat 31% responden mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan saat bisnisnya berkembang.

Sekadar informasi, 98,8% usaha di Jawa Barat termasuk kategori Usaha Mikro Kecil (UMK) dan menyerap 74% tenaga kerja. Namun, lebih dari 89% pelaku UMK belum memberdayakan internet dalam berbisnis.

Disebutkan pula, Grab tidak hanya memberi peluang ekonomi bagi pekerja informal (ada 56,5% di Indonesia), tetapi juga mendongkrak pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab. Selain itu juga bisa meningkatkan kualitas hidup mitra hingga 11%.

Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, mengungkapkan sektor gig economy berperan penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Untuk mengantisipasi pascapandemi, pihaknya percaya bahwa platform sejenis Grab dan sektor gig economy bisa membantu negara memulihkan ekonomi.

“Riset terbaru ini kembali membuktikan bagaimana gig worker dalam platform Grab dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, dan saat bisnis mereka bertumbuh, mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang. Ini merupakan siklus dan ekosistem yang sangat baik,” terang Riyadi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (06/08).

Bersamaan dengan rilisnya hasil studi itu, Grab juga merilis program #TerusUsaha di Jawa Barat demi mempercepat tranformasi digital UMKM. Program ini mendukung program pemerintah, #BanggaBuatanIndonesia, yang melatih dan meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi ekonomi digital selama pandemi.

Program #TerusUsaha di Jawa Barat dibagi menjadi dua. Pertama, Pelatihan dan Digitalisasi Puluhan Ribu UMKM Jawa Barat dan kedua, Sosialisasi Layanan Digital untuk Ribuan Pedagang Pasar yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bandung.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya menerangkan, hadirnya program #TerusUsaha diperuntukkan bisnis kecil dan tradisional, dengan harapan mampu meningkatkan daya saing lebih dan tidak tertinggal di era digital.

“Kita melihat bagaimana ada banyak bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesarnya,” paparnya.

“Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatanan baru ini. Program #TerusUsaha ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood untuk membawa lebih banyak dampak positif dari teknologi kami,” jelasnya.

(LH)