Penjualan Iklan Google Kembali Pulih

Addiction.id-Jakarta. Sejak Maret, penjualan iklan Google menurun akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, baru-baru ini Alphabet Inc melaporkan bahwa penjualan iklan Google kembali pulih.

Dengan pulihnya penjualan iklan itu, kekhawatiran pun mereda. Saham Alphabet juga nyaris tak berubah pada posisi 1.552 USD. Diketahui, sebelumnya pihak perusahaan melaporkan, pendapatannya turun 2% pada kuartal II–meleset dari perkiraan analis, yang memperkirakan penurunan sekitar 4%.

Dengan memiliki akun penjualan iklan sekitar 78% dari pendapatannya, Alphabet tengah berjuang di masa krisis ekonomi, kendati anggaran pemasaran sering menjadi sasaran utama untuk dipangkas.

Kendati begitu, Kamis lalu (30/7), Google melaporkan hasil yang lebih baik pada masa pandemi ini, dibandingkan saat masa resesi sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, keberadaan pandemi membuat konsumen pada fasilitas Google, seperti video jarak jauh dan sejenisnya. Karenanya, kehidupan konsumen menjadi tak lepas dari Google.

“Kami melihat tanda-tanda awal stabilisasi, ketika pengguna kembali ke aktivitas komersial online,” ucap Kepala Eksekutif Alphabet Sundar Pichai, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7).

Ia menambahkan, penjualan iklan pencarian pada akhir Juni hampir datar dengan setahun lalu.

Kepala Keuangan Alphabet Ruth Porat menuturkan, penjualan iklan Youtube naik 6% pada kuartal II. Lalu, pada akhir Juni pertumbuhan lebih cepat.  

Ia mengakui penjualan iklan di properti mitra memang turun 10%. “Namun, membaik jelang akhir kuartal karena pengeluaran pengiklan mulai kembali,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, pendapatan kuartal II sebesar 38,3 miliar USD. Dengan pertumbuhan paling lambat sejak kenaikan 2,9% selama resesi hebat pada 2009.

Alphabet mengumumkan, peningkatan 28 miliar USD untuk program buyback sahamnya. Lebih lanjut, pihak perusahaan pun menyebut tetap akan mempekerjakan lulusan baru, bahkan ketika harus memotong pengeluaran real estate serta kegiatan lainnya.

“Apa yang kami lihat adalah bagaimana cara menata kembali seperti apa tempat kerjanya nanti,” ujar Porat.

Ia menjelaskan, total biaya dan pengeluaran naik sekitar 7% dibandingkan tahun lalu menjadi 31,9 miliar USD pada kuartal II 2020. Sementara sebelumnya, di periode yang sama di 2019, kenaikan mencapai 12%.

Laba Alphabet pada kuartal II ini, lanjutnya, hampir 7 miliar USD atau 10,13 USD per saham. Angka itu di atas perkiraan rata-rata analis yang sebesar 5,6 miliar USD atau 8,29 USd per saham.

Sekitar 66% pendapatannya berasal dari pencarian Google dan iklan Youtube. Kemudian 12 persen dari iklan yang dijual di properti mitra online, serta 8 persen dari bisnis cloud, dan 14 persen dari toko aplikasi seluler dan sekitar selusin bisnis kecil lainnya.

(LH)