Pendapatan Iklan Diprediksi Menurun Sepanjang 2020

Addiction.id-Jakarta. Sebagaimana telah diketahui, pandemi Covid-19 telah memberi tamparan bagi beragam aspek kehidupan. Tak terkecuali industri periklanan.

Zenith, sebuah firma perencanaan media ternama, merilis laporan baru Senin (27/o7) lalu mengenai pengeluaran iklan di seluruh dunia pada masa mendatang. Mereka memproyeksikan bahwa total pengeluaran iklan global akan menurun lebih dari 9% sepanjang 2020, dikutip dari Forbes.

Di Amerika Serikat (AS), mereka melihat penurunan 7% di 2020 imi. Sebagai perbandingan, sebelumnya mereka melaporkan, dampak “resesi hebat” di 2009 terhadap periklanan di AS  ialah negatif 9,5%.

Zenith memperkirakan, sebagian dari kenaikan 5,8% pengeluaran iklan global pada 2021 disebabkan adanya Olimpiade Musim Panas di Tokyo–yang telah dipindahkan dari 2020 ke 2021.

Periklanan digital menjadi titik terang dalam keredupan bagi sistem periklanan saat ini. Pertumbuhan iklan digital didorong oleh kehadiran pandemi. Tak ayal bila iklan digital terus bergerak maju secara keseluruhan.  Bahkan, Zenith mengatakan dalam laporannya, “iklan digital akan mencapai 51,0% dari pengeluaran iklan global tahun ini.”

Pengeluaran iklan digital akan melebihi dua pertiga dari total pada 2024. Ini akan menjadi kali pertamanya iklan digital menghabiskan pengeluaran terbanyak dari total pengeluaran iklan di seluruh dunia. Ini akan terus tumbuh.

“Coronavirus memaksa brand untuk menggunakan iklan digital, bahkan lebih cepat dari yang diharapkan,  serta membuat transformasi digital bisnis lebih cepat dari sebelumnya,” kata Jonathan Barnard, Head of Forecasting di Zenith.

Zenith menunjukkan bahwa media tradisional, seperti TV dan radio, kurang terdampak jika dibandingkan dengan platform periklanan tradisional lainnya, seperti iklan cetak dan majalah, yang keduanya diprediksi turun 20% atau lebih di tahun ini.

“Dalam penurunan lalu, pendapatan iklan cepat turun namun lambat untuk pulih relatif berdampak terhadap PDB. Dan dalam kasus ini, ekonomi mengikuti pandemi yang tidak pasti, tidak ada yang memiliki visibilitas yang baik selama resesi ini. Yang jelas, di masa lalu,  brand yang mempertahankan atau meningkatkan pangsa suara mereka di masa-masa sulit, akan mendapatkan keuntungan pangsa pasar yang langgeng selama masa pemulihan–keuntungan yang bisa bertahan hingga 5 tahun atau lebih setelah krisis,” terang Scott McDonald, Presiden dan CEO the Advertising Research Foundation yang berbasis di New York.

CEO Simulmedia Dave Morgan, seorang ahli periklanan  dan eksekutif teknologi periklanan, mengaku melihat penurunan terus dalam iklan televisi AS di tahun-tahun mendatang.

“Saya pikir pengeluaran iklan TV AS tahun ini akan turun di kisaran 15% dari tahun lalu. Saya pikir 2021 akan turun sedikit ke 2019, dan kemudian turun 5% per tahun selama beberapa tahun berikutnya. Pengeluaran iklan TV lanjutan–didorong data, linear, dan CTV–akan tumbuh 30% tahun ini dan 30-50% per tahun setelah itu dalam lima tahun ke depan, ” ucap Morgan.

(LH)