Diretas, Akun Centang Biru Promosikan Penggandaan Bitcoin

Addiction.id-Jakarta. Sejumlah akun Twitter milik tokoh ternama seperti Barack Obama, Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos dan lainnya diretas.  Akun mereka diketahui digunakan untuk mengiklankan bitcoin. Terbukti, selama akun mereka diambil alih, muncul unggahan yang menyertakan suatu alamat yang menjanjikan penggandaan uang.

“Semua orang meminta saya untuk memberi kembali, inilah waktunya. Saya menggandakan semua kiriman ke alamat BTS saya dalam 30 menit. Kamu kirim USD 1.000, saya kirim balik USD 2.000,” tulis unggahan di akun Bill Gates.

Oleh karena iklan penipuan itu diunggah oleh akun bercentang biru, banyak orang yang menurut dengan mengirimkan botcoin miliknya. Diduga, peretas di balik penipuan ini mendapat 100.000 USD dalam beberapa jam pertama pengalihan selama pengambilan akun mereka.

Hal yang menarik adalah peretas melancarkan penipuan ini seolah bukan spam. Masing-masing akun mengunggah pernyataan yang berbeda, namun intinya sama: mengarahkan pada alamat bitcoin.

Merespons hal itu, melalui akun Twitter Support, Twitter menjelaskan bahwa sistem internal pihaknya dibobol oleh peretas. Perusahaan ini pun memastikan peretasan tersebut tidak akan terjadi tanpa akses kepada tools milik perusahaan dan akses pegawai.

“Kami mendeteksi apa yang kami percayai sebagai serangan rekayasa sosial terkoordinasi oleh orang yang telah sukses menargetkan beberapa pegawai kami yang memiliki akses kepada sistem dan tools internal,” cuit Twitter Support, Kamis (16/07).

“Kami tahu mereka menggunakan akses ini untuk mengambil alih banyak akun yang banyak dilihat (termasuk akun yang diverifikasi) dan mengirimkan cuitan menggunakan nama mereka,” sambungnya.

Dari penjelasan itu, Twitter mengindikasikan  jika serangan ini melibatkan banyak orang, tidak hanya satu individu. Beberapa pegawainya juga diretas. Belum diketahui pasti apakah itu  merupakan metode serangan yang digunakan hacker untuk membobol akun-akun tersebut. Sejauh ini, Twitter belum merincinya dan masih menginvestigasi untuk melihat jika hacker melakukan aktivitas berbahaya lainnya atau mengakses informasi milik akun-akun tersebut.

Selagi investigasi berlanjut, Twitter akan membatasi akses untuk sistem dan tools internalnya. Mereka juga telah mengambil beberapa tindakan untuk mengamankan akun-akun tersebut termasuk mengunci akun yang terdampak dan menghapus cuitan yang diunggah oleh hacker. Akun-akun yang telah diverifikasi juga kehilangan kemampuan untuk mengunggah cuitan baru untuk sementara.

(LH)