Digemari Selama Pandemi, Platform Gim Jadi Ruang Iklan yang Efektif

Addiction.id-Jakarta. Banyak orang menggandrungi gim untuk menghabiskan waktu luangnya di masa pandemi virus corona SARS-CoV-2. Oleh karenanya, platform gim menjadi ruang yang efektif untuk beriklan.  

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno mengakui bahwa gim memberi ruang yang luas bagi para pengiklan mempromosikan produknya.

“Misalnya, (melalui gim) pemain mendapat life (nyawa)/skor tambahan bila menonton iklan. Mengikuti arah ini, periklanan di Indonesia pun cepat atau lambat akan perlu melihat video game sebagai medium yang berprospek tinggi,” terang dia, Sabtu (13/6), dikutip dari Bisnis.com.

Gim, kata Cipto, akan menjadi hiburan yang umum. Sebab segmen pasar gim terus meluas, artinya tidak lagi khusus untuk kalangan tertentu saja.

Ia menerangkan, di banyak negara komposisi pemain perempuan mencapai lebih dari 40%, dengan mayoritas pemain berusia 35 tahun ke atas. Selain itu, target iklan berbeda bergantung jenis gim. 

Cipto menuturkan, pengiklan biasanya memanfaatkan jasa agregator periklanan, seperti Google atau Unity, untuk mengiklankan produknya di platform gim.

CEO & Co-founder Agate Arief Widhiyasa mengakui bahwa beriklan di platform gim memang menjanjikan. 

“Bahkan, klien kami ada 100 lebih sekarang yang beriklan dengan brand macam-macam (bervariasi),” katanya.

Menurutnya, iklan di platform gim tidak harus berbentuk pop-ads, tetapi bisa hadir di dalam gim dengan membuat objek tertentu.

“Soalnya bisa jadi, (iklan) itu dimasukan (dalam gim sebagai objek nyata) agar kesannya natural,” lanjutnya.

Arief mengatakan bahwa perusahaan yang ingin beriklan bisa memilih gim sesuai dengan target pasarnya.

“Misalnya, kami ada gim yang target audiensnya majority urban female dari 13 tahun—35 tahun, yang kami bisa bagi per segmen. Jadi jenis gim yang cocok pastinya tergantung siapa target beriklan perusahaan tersebut,” pungkasnya.

(LH)