Sempat Dilarang, Iklan Masker Wajah Non-Medis Boleh Diiklankan di Facebook

Addiction.id-Jakarta. Facebook sempat melarang iklan peralatan kesehatan berupa masker wajah, termasuk masker medis dan pernapasan, di platformnya pada Maret lalu.

Namun, pada Rabu (10/6), Facebook mengumumkan pihaknya mencabut sebagian larangan iklan masker wajah. Hal ini memungkinkan pihak ketiga untuk berbisnis dengan mengiklankan alat kesehatan semacam itu.

Diketahui, Maret lalu, promosi iklan masker wajah memenuhi pasar daring. Imbasnya, terjadi kurangan masker terjadi di skala nasional serta para staf medis dan pekerja merasa khawatir, terlebih mereka yang berada di garda terdepan lainnya selama pandemi COVID-19.

Selain itu, larangan iklan produk ditujukan untuk melindungi pengguna dari penipuan, pemasaran yang menyesatkan dan pelanggaran lainnya. Pasalnya, Facebook tidak dapat memeriksa setiap masker wajah yang diiklankan.

Kemudian di April, Pusat Pengendalian Penyakit AS menyesuaikan panduan masker wajah. Akhirnya, Facebook mencabut larangan demi memudahkan orang mencari dan membeli masker kain. Namun, larangan itu tetap berlaku untuk masker medis  dan pernapasan, seperti N95 buatan 3M.

3M sempat menggugat penjual Amazon karena menjual masker N95 palsu dengan harga tinggi.

“Banyak otoritas kesehatan sekarang menyarankan untuk memakai masker non medis. Di beberapa tempat masker diperlukan untuk kegiatan seperti mengambil transportasi umum atau mengunjungi toko. Kami telah melihat orang dan bisnis dari semua ukuran bekerja untuk memenuhi kebutuhan ini,” ujar Direktur Manajemen Produk Facebook, Rob Leathern menulis dalam unggahan blog, dikutip dari dari The Verge, Kamis (11/6).

Kendati mencabut larangan itu, Facebook masih memberlakukan sejumlah batasan. Facebook menyebut, perusahaan atau pedagang independen setidaknya selama empat bulan harus diproses demi disetujui di pasar masker.

Menurut Leathern,  Facebook melihat presentase yang tinggi dari iklan yang melanggar kebijakan, yakni mempromosikan masker non medis di negara tempat penjual berada, ketika menjual masker medis dilarang sementara.

Facebook pun mempertahankan larangannya terhadap iklan yang membuat klaim medis atau produk apa pun yang dipasarkan, jika terkait kata-kata kesehatan atau COVID-19.

(LH)