Menunda Rindu di Masa Pandemi Adalah Bukti Cinta

Addiction.id-Jakarta. Wabah virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia sepertinya belum kunjung usai. Pasien positif mencapai angka puluhan ribu dan ribuan di antaranya  telah meninggal dunia.

Beragam pihak melakukan beragam upaya untuk menekan angka penyebaran virus tersebut. Seperti,  mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah.

Di masa Ramadan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri, rasa kegelisahan akan meningkatnya angka penularan virus kian memuncak. Pasalnya, hari raya yang identik dengan tradisi mudik begitu mengkhawatirkan. Sebab bisa saja pemudik membawa virus sehingga bisa menginfeksi warga di kampung halamannya.

Ada sejumlah pihak yang tidak putus asa untuk terus mengimbau masyarakat agar tetap di rumah, agar tidak mudik. Mereka adalah para pelaku indutri kreatif yang tergabung dalam Dendang Karya Kolaborasi (DKK).

Mereka berkolaborasi membuat lagu bertajuk “Rindu Yang Kutunda”. Melalui lagu ini, para kreator mengajak masyarakat untuk berperilaku positif dan mendatarkan kurva penyebaran pandemi Covid-19, dengan tidak mudik di hari raya tahun ini.

Video tersebut bisa dinikmati di kanal YouTube Dendang Kreatif Kolaborasi, yang telah diunggah sejak 7 Mei 2020.

Video garapan rumah produksi Aidea Indonesia yang ciamik ini menampilkan sejumlah narasumber. Masing-masing turur berbicara, entah melalui lisan atau tulisan singkat. Ada yang meminta maaf kepada keluarganya karena tidak mudik, ada yang berdoa kepada sanak saudaranya, ada yang menulis bait rindu, dan sebagainya.

“#RinduYangKutunda kado lebaran dari kami, DKK, untuk Indonesia dan semua yang menahan rindu untuk tidak menengok kampung halaman lebaran ini. Karya ini kami ciptakan dengan semangat #dirumahaja,” tulis DKK, dalam keterangan tertulis.

Inisiatif ini bermula dari sebuah percakapan di sore hari saat awal pemberlakuan PSBB. Di masa ini, terlihat banyak penggalangan bantuan  untuk mendukung kinerja para pekerja di sektor kesehatan.

Adapun inisiator pembuatan karya ini di antaranya: Aroel Stereogenic musisi dan komposer musik; Wahyu ‘WK’Kentjana AIDEA, produser eksekutif di sebuah production house;   Hamam Firdaus AIDEA, produser;  Shafiq Muljanto H:3, pekerja iklan di Hakuhodo Network Indonesia; dan Diki Satya, pekerja kreatif.

“Karya ini tidak bisa tercipta tanpa adanya semangat kebersamaan dari semua pihak dan kontributor yang tetap berkarya walau #dirumahaja. Harapan dari kami adalah ini bukan karya satu-satunya, masih banyak pemikiran kami yang akan kami tuangkan dalam karya selanjutnya,” tutup rilis ini.

Lagu ini bisa dinikmati di platform DKK sejumlah media sosial seperti YouTube, Facebook, dan Instagram. Pun tersedia  di Spotify, Deezer, Apple Music, YouTubeMusic, Tencent dan Tiktok.

(LH)