Sepak Terjang Didi Kempot di Dunia Iklan

Addiction.id-Jakarta. Penyanyi Didi Prasetyo alias Didi Kempot telah berpulang ke rumah duka pada Selasa pagi (05/05). Ia diduga meninggal akibat Code Blue Asthma atau berhentinya napas dan jantung, yang disebabkan oleh serangan jantung.

Sejumlah pihak menghaturkan bela sungkawa. Salah satunya  dari platform belaja online Shopee.

“Hari ini, keluarga besar Shopee Indonesia berduka. Kami kehilangan satu musisi legendaris, juga brand ambassador kebanggaan kami yang biasa dipanggil Pak Dhe,” tulis Shopee Indonesia melalui akun Instagram, Selasa (05/05).

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menilai Didi Kempot sebagai seniman terbaik Indonesia. Shopee pun akrab mengenalnya sebagai ‘Pakdhe’ yang selalu baik kepada semua tim Shopee, menyenangkan, juga rendah hati.

“Kami seluruh keluarga besar Shopee turut berbela sungkawa atas kepergian ‘Pakdhe’ Didi Kempot. Mari kita kenang karya-karyanya dengan terus melestarikan budaya asli Indonesia untuk meneruskan perjuangannya,” ujarnya.

Sekadar informasi, Didi baru didapuk menjadi brand ‘ambyarssador’ Shopee Indonesia per Desember 2019. Disebut ‘ambyarssador’, yang merupakan pelesetan dari ambassador, lantaran ia dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart. Sebab lagu campursarinya kerap kali mengisahkan kegalauan.

Pada sejumlah iklannya, Sophee menghadirkan Didi Kempot dengan gaya yang kocak. 

Jika ditelaah ke belakang, merambah ke dunia iklan bukanlah kali pertama bagi Didi Kepot. Sebelum itu, di masa jayanya di 2000-an, ia juga pernah didapuk sebagai bintang untuk sejumlah iklan. Misalnya, jamu Campur Sari dari Air Mancur dan jamu Pilkita Ginseng.

Seiring melejitnya popularitas Didi di banyak kalangan, termasuk milenial, tawaran iklan untuknya pun semakin banyak.

Beberapa bulan lalu di 2019, ia didapuk menjadi brand ambassador instan populer “Sarimi”. Tak sedikit kalangan milenial dan generasi Z menyambutnya dengan antusias. Pun sempat membintangi iklan Bejo Bintang Toejoeh.

Baru-baru ini, beberapa hari sebelum sepeninggalnya, ia ikut berperan dalam kampanye penanggulangan Covid-19, dengan iklan layanan masyarakat untuk tidak mudik tahun ini.

“Jumat (tanggal 01 Mei 2020-red) kemarin kami syuting bersama, Didi Kempot dan Ucup Klaten, untuk imbauan jangan mudik. Tidak ada firasat yang digambarkan. Tapi saat itu Didi nampak semangat sekali, serius tapi tetap diselingi guyonan khasnya,” ujar Ronald Raditya, area koordinator Bintang Toejoe Solo, Selasa (5/5).

Didi Kempot merupakan salah satu seniman yang karyanya tidak tergerus zaman, kendati globalisasi terus terjadi dan mengakibatkan kekhasan lokal terkikis. Karya Didi membikin milenial dan generasi Z tidak menjadi kacang yang lupa kulitnya. 

Sobat ambyar tentu ambyar mendengar kabar meninggalnya Didi Kempot. Jangan ambyar terlalu lama, mari berdoa. (LH)