MNCN Bertahan Selama Pandemi, Salah Satunya Karena Disokong Iklan

Addiction.id-Jakarta. Mau tak mau masyarakat harus menerapkan physical distancing demi menekan angka penyebaran Covid-19. Kemudian segala kegiatan luar ruang dialihkan ke dalam rumah, seperti bekerja dan belajar. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah pemirsa TV.

Menurut data Nielsen Television Audience Measurement (TAM) per 23 Maret 2020 berdasarkan hasil pantauan di 11 kota, menunjukkan dari rata-rata rating setara dengan penambahan sekitar 1 juta pemirsa TV. Sementara, durasi menonton TV meningkat hampir 1 jam lebih lama.

Salah satu perusahaan media di Indonesia yang mengalami hal demikian yaitu PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Pada perdagangan Kamis, 30 April 2020, saham MNC berhasil menguat 2,23% di harga 915, dikutip dari Investing.com pada Senin, (4/5).

Perseroan melaporkan, laba sebesar 45.84% disokong oleh pendapatan iklan, baik segmen digital maupun nondigital.

Sementara itu laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk MNCN sepanjang 2019 mencapai Rp2.23 triliun, naik signifikan dari tahun sebelumnya Rp1.53 triliun.

Pendapatan utama  dari segmen iklan nondigital sebesar Rp7,36 triliun. Kemudian disusul segmen bisnis konten Rp1,74 triliun, segmen iklan digital Rp697,39 triliun, dan segmen lainnya Rp113,91 triliun.

Tak hanya itu, konten dan digital meningkat didorong oleh peningkatan pendapatan YouTube dan RCTI +.

Perseroan menyatakan bahwa banyak pengiklan yang mengubah strategi. Seluruh kampanye off air dibatalkan dan dipindah ke TV dan digital, terutama free streaming service.

Di masa wabah ini, kebanyakan pengiklan MNCN adalah perusahaan-perusahaan barang fast moving consumer goods, farmasi, dan e-commerce.

Perseroan juga masih menghasilkan konten dengan mengalihkan program luar ruangan ke set studio sambil menerapkan langkah-langkah untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Demi mendongkrak pendapatan iklan di 2020 melalui pemanfaatan iklan non-time consuming (NTC), perseroan akan menaikkan harga iklan sebesar 10% pada kuartal I/2020, serta tambahan 15% pada kuartal II/2020. Namun perseroan melihat ini bisa menjadi salah ancaman bagi persaingan harga media di tengah Covid-19.

Selanjutnya, MNCN akan melakukan promosi di platform media sosial seperti Youtube dan Facebook. Monetisasi Youtube pada  2020 berpotensi tumbuh signifikan, karena perseroan telah meningkatkan durasi konten per unggah menjadi minimal 10 menit. Dengan demikian memungkinkan Youtube untuk menjual lebih dari 1 slot iklan pada konten MNCN, memanfaatkan peningkatan jumlah pelanggan.

Ada kemungkinan MNCN melaju positif selama 2020 ini, kendatipun ada resiko pengiklan yang memangkas bujet promosi di TV. (LH)