Menyesatkan dan Menipu, Google Blokir 2,7 Miliar Iklan

Addiction.id-Jakarta. Google berupaya melindungi penggunanya dari informasi menyesatkan selama pandemi virus corona (SARS-CoV-2). Perusahaan raksasa ini lantas menghapus dan memblokir 2,7 miliar iklan yang dinilai buruk dari 2019. Pun  menangguhkan sekitar 1 juta akun pengiklan lantaran melanggar kebijakan.

“Kami telah memantau dengan cermat perilaku pengiklan untuk melindungi pengguna dari iklan yang mencari keuntungan di saat krisis saat ini,” ungkap Scott Spencer, Wakil Presiden Google untuk privasi dan keamanan iklan dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari CNET, Kamis (30/4).

“Ketika situasi berevolusi, kami melihat ada lonjakan tajam dalam iklan palsu untuk produk dalam permintaan seperti masker wajah,” lanjutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Google  telah memblokir dan menghapus puluhan juta iklan terkait virus Corona. Adapun iklan yang dimaksud, menurut keterangannya, yakni iklan yang menjual produk dengan harga di atas pasar, memberi informasi menyesatkan, dan menipu orang.

Google mengaku pihaknya memiliki gugus tugas COVID-19 yang menciptakan teknologi pendeteksi baru untuk membantu menghentikan oknum-oknum jahat.

Pengembang Google bahkan telah menarik steker di lebih dari 1,2 juta akun dan telah menyingkirkan 21 juta lebih iklan di website dari penerbitnya.

Angka ini naik pada 2018 di mana ada 2,3 miliar iklan yang diblokir Google. Google mengatakan juga memblokir lebih dari 35 juta iklan phishing tahun lalu. (LH)