Bergaya Animasi, Salah Satu Cara Beriklan di Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Setelah iklan Pocari Sweat ‘Bintang SMA’ dibesut dengan gaya anime, kini iklan Sasa Tepung bumbu yang bergaya demikian.

Bedanya, iklan Sasa ini tayang bertepatan dengan pandemi virus Corona (SARS-CoV-2).

Diketahui, Iklan Sasa ini digarap agensi periklanan Indonesia yaitu Kokako. Bisa dibilang bahwa Kokako menjadi penanggung jawab atas produksi iklan ini.

Rupanya, tak hanya Sasa yang membikin iklan bergaya animasi. Baru-baru ini, XLAxiata dan Gojek menempuh jalan serupa.

Lalu, meski bukan animasi, Grab pun mengandalkan editing yang luar biasa banyak di setiap footage untuk menghadirkan kurir Grab.

Penggunaan gaya seperti itu kiranyan lazim di tengah situasi pandemi virus Corona (SARS-CoV-2) ini. Masing-masing harus memutar otak untuk mencari cara dalam mengiklankan produknya. Salah satunya adalah mengemas iklan dengan gaya animasi.

Bisa disebut bahwa pemanfaatan animasi ini merupakan konsekuensi logis dari penerapan physical distancing. Pasalnya, pekerja agensi harus bekerja jarak jauh selama work from home (WFH).

Hal ini sebetulnya telah diprediksi oleh pihak agensi yang berada jauh di belahan bumi barat. Lucy Jameson, salah satu pendiri agensi Uncommon di Inggris, mengatakan telah banyak kampanye besar dibatalkan, dikutip dari The Guardian, Senin (27/04). Selama pandemi masih merebak, timnya berusaha sekuat tenaga mencari format yang bisa digunakan selama pandemi.

Ia lebih lanjut memprediksi, layar televisi dan layanan video online akan segera dipenuhi dengan iklan yang diproduksi menggunakan animasi, yang dapat diproduksi dari jarak jauh.

Jadi, sekiranya, maraknya iklan digital bergaya animasi merupakan hal yang wajar demi mempertahankan eksistensi industri. (LH)