Terhambat Pandemi, Cerahati Bagikan Pengalaman Instalasi Kamera Secara Remote

Addiction.id-Jakarta. Creative Director Cerahati Edy Susanto membagikan sebuah video terbarunya di Instagram, melalui akun @edykhemod, Rabu (22/04). Video ini menampilkan bagaimana instalasi kamera secara remote atau jarak jauh.

Pada keterangannya ditulis:

Mari terus berkarya! #repost @cerahati: Di masa pandemi ini kita terus berusaha mencari cara agar bisa tetap berkarya. Salah satunya dengan eksplorasi remote shooting. Di ilustrasi ini bisa dilihat bagaimana SOP tim Cerahati dalam menginstalasi peralatan ke tempat talent. Kamera dan seluruh peralatan yang telah disterilkan, lalu disetting koneksinya sehingga dapat dengan mudah dioperasikan oleh talent. Dengan mengoptimalkan fitur2 dalam video call apps, seluruh proses pengambilan gambar dapat dipreview dan diarahkan secara remote.

Dengan segala keterbatasan & kondisi yang tidak ideal, mari bergerak mencari cara agar bisa terus berkarya.

Kepada Addiction, Edy mengatakan bahwa video itu sejatinya merupakan workshop yang dilakukan Cerahati, untuk syuting jarak jauh. Cerahati membagikan pengalaman syutingnya secara remote menggunakan  aplikasi video call, untuk mendapatkan preview.

“Biasanya hasil preview dari kamera hanya bisa dilihat lewat monitor yang terhubung secara fisik via kabel atau wireless connector. Kali ini kita berusaha untuk bisa memberi preview dari kamera via video call,” terangnya, saat dihubungi Addiction, Sabtu (25/04).

Edy pun menuturkan bahwa melalui video tersebut, Cerahati berupaya mengingatkan kepada yang lainnya agar bisa beradaptasi dengan situasi sekarang yang serba terbatas.

“Supaya kita bisa tetap berkarya di masa pandemi ini. Mulanya sih untuk kebutuhan internal, tapi kamu terus belajar agar tetap bisa berkarya di masa physical distancing ini. Tapi kami pikir bagus juga proses belajar ini kita dokumentasikan dan kami publish di media sosial kami. Supaya klien-klien Cerahati bisa mendapat gambaran ke depannya tentang kemungkinan produksi itu bisa seperti apa,” terangnya.

Lebih lanjut, ia kemudian membagikan pengalaman tim produksi dalam proses syuting. Mula-mula, lanjutnya, tim mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk syuting. Setelah siap, kemudian “di-drop” ke tempat talent.

Setelah seluruh peralatan disterilisasi, tim akan mengatur peralatan hingga siap digunakan oleh talent. Tim Cerahati, kata Edy, akan masuk dengan menggunakan perlengkapan kesehatan lengkap, mulai dari masker, sarung tangan, face shield, dan lain-lain. 

“Sama seperti kalau kita kedatangan teknisi TV kabel, jadi hanya datang sebentar untuk drop alat dan setting koneksi. Setelah itu talent dan tenaga bantuan di rumahnya akan setting sendiri berdasarkan arahan dari tim secara remote,” ujar Edy.

Edy mengatakan, hal yang bisa dioptimalkan pada masa-masa seperti ini ialah mencari talent yang sudah punya infrastruktur, untuk menunjang proses syuting.

“Kita akan mencari talent yang lokasinya mendukung untuk kebutuhan cerita dan nantinya ada anggota keluarganya yang dapat membantu proses produksi. Mulai dari membantu mengoperasikan kamera, membantu set lighting, audio, dan lain-lain,” jelasnya.

Tim Cerahati akan membimbing talent dan keluarganya secara remote, mulai dari tata cara penataan cahaya, kamera, sampai adegan yang dilakukan.

“Jadi, belum tentu kamera akan selalu statis, itu tergantung kebutuhannya. Dan itu bergantung dari pihak talentnya, apakah ada tim yang mampu membantu eksekusi tersebut,” ujarnya.

Selama proses syuting yang demikian, ia mengaku timnya tak luput dari kendala. Terlebih dalam hal teknis syuting.

“Kendalanya tentunya karena harus mengandalkan tenaga bantuan yang belum tentu profesional di bidangnya, dan komunikasi dilakukan secara remote via video call, akan berdampak pada waktu produksi,” aku Edy.

Menurut Edy, proses syuting tidak secepat biasanya seperti tenaga ahli yang langsung mengoperasikan kamera dan lainnya.  Ia menambahkan, hal yang lebih penting dari eksekusi adalah ide.

“Dengan segala keterbatasan ini, bagaimana mencari ide yang kuat sehingga meskipun eksekusinya sederhana, tapi tetap berdampak,” lanjutnya. (LH)