Hindari Penipuan, Google Haruskan Verifikasi Iklan

Addiction.id-Jakarta. Selama virus corona (SARS-CoV-2) mewabah, banyak pengiklan di Google yang menjual peralatan medis, baik masker maupun obat. Namun, banyak pula di antaranya yang justru menipu para pembeli.

Google mengatakan virus corona menjadi topik phishing (pengelabuan) terbesar belakangan ini. Serangan phishing ini menghasut emosi penerima pesan sehingga mendorongnya bertindak tergesa-gesa.

Sejauh ini, Google telah memblokir 18 juta email penipuan donasi corona per hari. Pun telah memblokir lebih dari 100 juta email phishing dalam waktu 1×24 jam. Dalam seminggu terakhir, hampir seperlima dari ratusan juta email phishing adalah penipuan donasi virus corona.

Untuk menangani hal itu, Google membuat kebijakan baru bagi pengiklan di platformnya. Perusahaan raksasa ini mengharuskan pengiklan  memverifikasi iklan, sebelum membeli ruang di platform. Langkah ini  ditempuh dengan harapan agar pengiklan lebih transparan.

Rencananya, kebijakan ini  berlaku mulai musim panas ini.

Reuters melaporkan pada Kamis (23/4), para pengiklan harus menyerahkan identifikasi pribadi dan dokumen penggabungan bisnis ke Google. Tujuannya untuk membuktikan siapa dan di mana mereka beroperasi.

Selama ini, Google hanya memerlukan verifikasi identitas untuk pengiklan politik, yang berkampanye di platformnya. Proses verifikasi sering digunakan untuk menyaring pengiklan berkualitas rendah, seperti penjual masker palsu. (LH)