Kolaborasi dengan NKCTHI, Agensi Bikin Iklan Berformat Jurnal

Addiction.id-Jakarta. Sebuah iklan berformat jurnal bertengger di Harian Kompas edisi 19 Maret 2020. Ukuran iklan ini nyaris memenuhi kira-kira dua per tiga halaman koran.

Pada bagian atasnya tertulis “Nanti Kita Catat Tentang 14 Hari Ini”. Lalu terpampang tabel dengan 14 kotak kosong, yang bisa dimanfaatkan sebagai jurnal pribadi. Kiranya iklan ini terinspirasi dari film bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)” yang sempat fenomenal beberapa waktu lalu.

Dan benar saja, pihak agensi Celsius Creative Lab yang menggodok konsep iklan ini telah mengonfirmasi hal itu. Oleh karena kesamaan ide itu, agensi mengajak NKCTHI berkolaborasi.

“Headline terinspirasi dari NKTCHI, kami kemudian memutuskan untuk berkomunikasi dengan pihak NKTCTHI, dengan Mbak Marchella untuk meminta ijin dan mengajak ikut berkolaborasi. Dia sangat menyambut positif, juga turut menyumbang quote dari NKTCHI untuk iklan ini,” ujar Elwin Mok, Founder and Managing Creative Director Celsius, Selasa (21/04).

Sementara itu, penulis NKCTHI Marchella FP mengatakan dirinya bersedia kerja sama dengan Celsius lantaran kampanyenya berguna untuk banyak orang. 

“Harapannya, banyak orang lebih peduli dan saling jaga diri dan sekitar,” imbuhnya, saat dihubungi Addiction, Rabu (22/04).

Elwin memaparkan proses kreatif pembuatan iklan ini. Mulanya, lanjut dia, Kompas meminta agensinya membuat iklan yang berkaitan dengan pandemi virus Corona (SARS-CoV-2).  Kemudian tim kreatif Celsius merumuskan konsep iklan itu melalui media online. Lalu tercetuslah iklan dengan konsep demikian.

“Lalu kami memutuskan untuk membuat konsep iklan layanan masyarakat yang memanfaatkan secara langsung media koran agar bermanfaat secara fungsional juga,” terangnya. 

Elwin sadar bahwa di masa pandemi ini banyak iklan yang beralih ke digital. Namun, iklan satu ini unik.

Menurutnya, kekuatan iklan di koran ini  ialah bagian iklan tersebut bisa digunting dan langsung digunakan sebagai jurnal untuk mencatat aktivitas dan kontak yang telah dilakukan. “Sehingga bisa membantu bila dibutuhkan tracing,” tambahnya.

Iklan ini, lanjut Elwin, sangat relevan di situasi saat ini dan diharapkan mampu mengetuk semua kalangan.

“Namun, pendekatan dengan NKTCHI memang lebih relevan dengan kaum milenial dan gen-z. Di sisi itu, kami menunjukkan menunjukkan relevansi Harian Kompas dengan kaum muda–yang lebih dekat media digital,” katanya.

Sebagai informasi, iklan ini memang tayang sekali di Harian Kompas pada 19 Maret 2020. Namun, Elwin melanjutkan, iklan ini diamplifikasi juga melalui sosial media Kompas dan NKTCHI.

“Banyak pihak yang membutuhkan bantuan, tak lama berselang iklan ini tayang. Salah satunya adalah keterbatasan APD. Jadi, rencana kami membesarkan kampanye ini kemudian tergantikan dengan adanya inisiatif pengumpulan dana pengadaan APD,” terangnya.

“Terlepas dari masalah prioritas isu, sebenarnya apabila ada yang bersedia membuat jurnal digital semacam ini, mungkin bisa bermanfaat untuk membantu melakukan tracing apabila muncul kasus atau gejala Covid-19 pada masyarakat,” tutup Elwin. (LH)