Andalkan Talent, Ini Cara Indosat Buat Video Iklan Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Iklan sejatinya hadir untuk mendorong masyarakat melakukan sesuatu. Idealnya, pesan yang dibawa iklan berdampak positif bagi masyarakat. Sebagaimana belakangan, banyak iklan yang menggemakan pentingnya untuk tetap tinggal di rumah selama pandemi virus Corona (SARS-CoV-2). Hal itu demi menekan angka penyebaran virus Corona.

Namun, di masa pandemi ini proses produksi iklan lebih njelimet. Terlebih iklan yang mengandalkan gambar gerak atau video, yang mengharuskan syuting.  Pasalnya, perusahaan iklan menerapkan sistem kerja di rumah atau work from home (WFH). Oleh karena itu, tim produksi harus memutar otak mencari cara lain agar tetap produktif.

Misalnya seperti yang dilakukan Indosat ketika membuat video iklan terbarunya.

Raesaka, sutradara iklan ini, mengatakan timnya mengandalkan kemampuan talent dalam mengambil gambar. Sebab timnya tidak bisa syuting di lapangan secara langsung. “Ini tantangan baru,” ujar lelaki yang kerap disapa Saka ini,  saat dihubungi Addiction, Sabtu (18/04).

“Kami mem-briefing talent via zoom. Latar tempat ditentukan melalui video call. Setelah selesai, kami mengirim kamera kami melalui kurir. Nanti urusan merekam gambar, kami serahkan ke talent. Entah nanti talent ini dibantu oleh anggota keluarganya, atau yang lainnya,” sambungnya.

Dalam proses pembuatannya, Saka mengaku tak terlalu sulit, sebab para talent tak harus akting.

“Mereka beneran melakukan video call dengan keluarga atau kerabatnya, jadi nggak perlu akting di situ. Saya hanya memberikan konteksnya, sisanya mereka melakukannya apa adanya, menjadi diri mereka sendiri. Yang perlu saya cari di situ adalah moment ekspresinya, seperti sedih, ketawa, dan lain-lain,” terangnya.

Diketahui, iklan berdurasi 1 menit 29 detik ini menampilkan sejumlah footage dengan latar tempat indoor, di mana para talent sedang melakukan video call dengan teman, kerabat, atau keluarga.

Sementara itu, Fahroni Arifin, Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredo, mengaku mendapat tantangan di awal proses pembuatan iklan, kendati sudah merampungkan ide bersama production house dan agensinya, Mata Angin. Mereka sempat tak menemukan sutradara dan kru yang mau bekerja sama.

“Lalu kami mencari solusi dan berinovasi, merancang proses produksi yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Hampir semua orang mengatakan tidak mungkin, namun saya meyakinkan semua orang bahwa ini bisa dilakukan. Akhirnya, dalam hitungan hari, production house kami berhasil mengumpulkan semua pihak yang mau bekerja sama mewujudkan ide, termasuk Raesaka, selaku sutradara,” ujarnya, Minggu (19/04).

Lebih lanjut, Fahroni mengatakan, proses pembuatan iklan menjadi lebih lambat dan rumit karena tanpa pertemuan. Contohnya dalam proses syuting, di mana operator kamera merupakan para talent sendiri atau keluarga talent.

Untuk meminimalisasi kesulitan ini, tim mencari videografer yang bisa menjadi talent dan punya cerita yang bisa diangkat ke dalam iklan.

“Pemilihan talent sangat mudah, sebab kami ingin fokus pada pesan utama mengenai pentingnya silaturahmi, yang mana setiap orang saat ini relate dengan hal tersebut. Sehingga siapapun sejatinya bisa menjadi bagian dari kisah iklan ini,” sambungnya.

Fahroni menuturkan, melalui iklan ini Indosat mengingatkan semua orang agar tetap terhubung dengan orang lain. Meski terpaksa harus sendiri, teknologi bisa membantu agar tetap berkomunikasi.  Baginya, pesan ini sangat relevan menimbang Ramadhan sebentar lagi tiba—di mana menjaga silaturahmi adalah esensinya.

“Oleh karena itu, sebagai penyedia konektivitas, kami bertanggung jawab memastikan semua orang bisa berkomunikasi lancar dengan orang-orang terdekat,” sambungnya.

Indosat mengajak empat musisi berkolaborasi untuk membuat karya, seperti Hindia, Sal Priadi, Yura Yunita & Kunto Aji. Indosat berharap aksi kolaborasi mereka menginspirasi, juga menunjukkan bahwa apapun yang terjadi, kolaborasi tetap bisa dilakukan dan kreativitas tetap berjalan. (LH)