Toyota Imbau Masyarakat untuk Tinggal di Rumah

Addiction.id – Jakarta. Ajakan tinggal di rumah diyakini bisa menghentikan penyebaran laju wabah COVID-19. Lantaran COVID-19 ditularkan melalui perantaraan interaksi orang per orang. 

Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk menyadarkan publik memutus mata rantai  COVID-19 dengan anjuran tinggal di rumah. Baik dilakukan pihak pemerintah maupun non pemerintah, termasuk produsen mobil asal Jepang, Toyota. Dalam iklan terbarunya, Toyota mengampanyekan masyarakat Indonesia agar tetap tinggal di rumah.

Iklan yang cukup unik ini memperlihatkan sejumlah footage menampilkan kebersamaan keluarga di mobil. Uniknya, video berdurasi 55 detik ini bergerak mundur. Hasil akhir dari pemunduran itu, para talent kembali ke rumah masing-masing.

Pada bagian akhir, muncul pesan: “Dengan ada di rumah sementara, kita ada untuk petugas medis, kita ada untuk keluarga, kita ada untuk Indonesia. Stay inside”.

Menurut Associate Creative Director Dentsu Indonesia, Benny Perry Napitupulu, konsep iklan ini merupakan respons atas merebaknya COVID-19.

“Kami sebetulnya memang sudah membahas iklan ini sejak ada berita outbreak di Kemang, Jakarta Selatan. Kami memprediksi  pandemi ini akan ‘besar’, karena kami melihat yang telah terjadi di Wuhan, Cina. Oleh karena itu, kami merasa harus do something,” ujarnya, saat dihubungi Kamis (09/04).

Benny memaparkan, digunakannya konsep ini  pun ditujukan untuk membantu menyadarkan masyarakat. Pasalnya, Benny mengaku geram melihat masyarakat yang masih mengabaikan terhadap imbauan pemerintah untuk waspada dan tetap tinggal di rumah.

“Kita bisa lihat, awareness tentang wabah itu dikit banget. Itu susahnya. Khususnya, banyak orang Indonesia bebalnya di situ. Disuruh nurutin imbauan pemerintah, biar para medis membantu, bagian kita ya stay di rumah aja,” sambungnya. 

Dalam proses pembuatan iklan, Benny mengaku mendapat tantangan yang berbeda dan menarik di masa pandemi ini. “Ruang gerak kami ga sebebas sebelum ada outbreak, tapi hasilnya harus maksimal. Kami ga bisa syuting,” katanya.

Ia dan tim harus memutar otak dalam mencari konsep, sehingga iklan yang digarap selesai, juga memenuhi keinginan klien. Kendati demikian, Benny mengaku pengerjaan iklan ini terbilang cepat.

“Kami seminggu godok konsep. Di waktu itu, kami diskusi tentang cara eksekusi; dari konsep, membahas kami yang ga bisa syuting dan lain sebagainya. Akhirnya, kami manfaatin footage Toyota yang sudah ada untuk diulik-ulik,” jelasnya.

Kemudian ia berkisah bagaimana ide membalikkan atau me-rewind video muncul setelah diskusi dengan timnya.

“Saat brain storming nge-draft, kami baru sadar kalau iklan Toyota banyak yang dimulai dari rumah. Toyota kan brand yang menunjukkan Indonesia banget, ada kekeluargaannya. Jadi, iklan banyak yang dari rumah. Dia ga bahas tentang success story and whatever. Jadi, kami balikin atau rewind video aja nih, biar balik ke rumah,” katanya. Karena mudah, ia merasa beruntung.

Memantau periklanan di dunia, ia mengatakan banyak perusahaan iklan yang menggunakan footage. Baginya hal itu lazim. “Ga masalah sih,” lanjut Benny. 

“Melalui iklan ini, kami mencoba memberi solusi bagi masyarakat untuk meringankan beban, baik di sisi ekonomi maupun psikologis,” tandasnya.

Sementara, mewakili kliennya, Benny mengatakan Toyota berupaya memberi semangat untuk tetap bergerak meski di rumah. “Let’s go beyond from home,” pungkasnya.

Sebagai informasi, iklan ini tayang di televisi dan digital, seperti Youtube dan Instagram. (LH)