OPPO Buat Platform Khusus Pemasar

Addiction.id-Jakarta. Imbauan untuk tetap tinggal di rumah kian gencar digaungkan demi menekan penyebaran pandemi virus Corona (SARS-Cov-2), baik dari pemerintah maupun nonpemerintah.

Tak pelak bila banyak kegiatan masyarakat yang dialihkan ke rumah. Misalnya, bekerja dan belajar. Konsekuensi logis dari pengalihan tempat kegiatan ini ialah digandrunginya sektor digital. Maka dari itu, momen ini dirasa tepat bagi pihak industri digital untuk memfasilitasi pengiklan demi menjangkau masyarakat, secara lebih efektif dan efisien.

Meningkatnya aktivitas dari rumah secara bersamaan berpengaruh signifikan pada lalu lintas data. Dikutip dari Bisnis pada Senin (13/4), penyedia telekomunikasi terkemuka menuturkan bahwa terjadi peningkatan penggunaan data, dari sekitar 5% menjadi 15%. Pasalnya, kerap kali diadakan konferensi video dan panggilan dengan kolega kantor di rumah masing-masing, menonton video online, dan penggunaan media sosial pada waktu luang.

Selain itu, disebutkan bahwa penggunaan data aktivitas digital berada pada puncaknya selama masa pandemi. Contoh, penggunaan aplikasi chatting meningkat sebesar 19 dan gim online sebesar 13%, layanan penyimpanan cloud serta layanan sistem operasi pendukung sebesar 10,4%. Kemudian, tingkat konsumsi konten melonjak 8,2%, periklanan digital sebesar 7,5%, konsumsi video online sebesar 7,3%, serta penelusuran internet sebesar 5,2%.

OPPO Indonesia, melalui anak perusahaan bernama PT Digital Technology Indonesia atau DTI–yang berfokus pada layanan iklan digital dalam ekosistem pasar aplikasi OPPO, menghadirkan layanan barunya.

Platform media digital ini terdapat di ponsel OPPO, seperti pasar aplikasi OPPO dan browser resmi OPPO.

Fitur iklan OPPO menyediakan informasi data-intensif, seperti kinerja lalu lintas dan tingkat kesadaran merk dari pengguna OPPO aktif. Informasi ini dapat menjadi bahan pembelajaran pokok bagi pemasar dan perusahaan, untuk memahami pasar.

Diketahui, data dari Maret 2020 menunjukkan bahwa fitur iklan OPPO merupakan platform digital kuat yang siap berinteraksi dengan 40 juta orang lebih pengguna OPPO aktif di Indonesia.

DTI bermodel fleksibel sehingga mampu menyesuaikan strategi periklanan sesuai kebutuhan perusahaan. Peran praktik Brandingnya terdiri dari Brand Image Strengthening, Branding Maintaining, Brand News Update, dan Rebranding, dengan menggunakan beragam alat cerdas, seperti CPM, CPC, dan CPT.

Sementara itu, Performance berfungsi untuk mempercepat angka unduhan dan pemasangan aplikasi, serta mengaktifkan kembali pengguna, menggunakan teknologi CPD dan CPI.

Brave Wang, CEO, PT Digital Technology Advertising Indonesia, menyebut bahwa perangkat seluler saat ini memiliki peran yang dasar dan pokok dalam mempermudah gaya masyarakat hidup sehari-hari.

“Kami hadir untuk terus mendukung, mempromosikan, dan meningkatkan kinerja bisnis global dan korporasi lokal melalui jajaran iklan yang ditempatkan secara strategis dalam ekosistem menyeluruh OPPO. Iklan ditempatkan secara intuitif untuk meningkatkan pengalaman mobilitas OPPO secara keseluruhan,” ungkapnya.

“Inilah saat yang tepat untuk terlibat lebih kreatif dan otentik dengan konsumen. Pelaku usaha didorong untuk lebih kreatif dalam menciptakan konten berwawasan luas untuk meningkatkan kesadaran sambil menghibur pengguna OPPO melalui serangkaian fitur dan fasilitas utama yang menginspirasi kegembiraan, sembari tetap mengajak konsumen untuk menyaksikan kekuatan cerita melalui iklan,” sambung Brave.

“Dalam platform OPPO, sebagai platform komunikasi digital terkuat dengan jangkauan luas di negara ini, pelaku usaha dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya (LH).