Iklan Gencarkan Penjualan Online Selama Pandemi Virus Corona

Addiction.id-Jakarta. Sebagian besar ritel tutup dan sejumlah brand fesyen menggelontorkan banyak uang untuk pemasaran. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa meningkatkan pengiriman pesan dan promosi kepada konsumen selama wabah virus Corona dapat meningkatkan angka penjualan, dikutip dari AdAge pada Jumat (10/4).

Hal itu sebagaimana dirasakan perusahaan seperti Gap, Everlane dan Ralph Lauren telah menutup toko dan memberi kawyawannya cuti.

Measured, sebuah perusahaan analitik, mempelajari data pemasaran dan penjualan terhadap sejumlah ritel fesyen–termasuk brand e-commerce dan brand bukan e-commerce. Ditemukan bahwa brand yang melakukan promosi dengan baik dan agresif meningkat.

Mereka tidak mengurangi pengeluaran iklan di digital dan TV. Terbukti, penjualan daring meningkat rata-rata 81% dari 16 Maret hingga 29 Maret, dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya. Juga, penjualan online rata-rata melonjak 70% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

“Mereka yang mengalokasikan uang untuk pemasaran lebih baik. Ada permintaan, dan jika Anda memasarkannya, Anda bisa melanjutkan,” ujar Madan Bharadwaj, co-founder dan chief technology officer dari Measured. “

Dia mencatat bahwa banyak konsumen yang tinggal di rumah, namun masih berbelanja online.

“Jika Anda benar-benar berinvestasi ke pasar ini dengan cara yang inovatifi, ada peluang,” katanya, seraya menambahkan bahwa banyak konsumen yang ingin belanja.

Old Navy mengudarakan iklannya selama 15 detik di TV. Brand ini mempromosikan diskon besar 50% pada produknya dan mendorong pelanggan untuk mengunjungi OldNavy.com. Menurut data iSpot, iklan mulai berjalan pada akhir Maret. (Tapi adegan yang menunjukkan orang-orang yang duduk di sebuah kafe menunjukkan bahwa iklan itu dibuat beberapa waktu yang lalu, sebelum pandemi).

Laporan menunjukkan bahwa 42% ritel fesyen yang diteliti menarik kembali pemasaran pada paruh kedua Maret. Bagi mereka yang memotong pengeluaran, penjualan online turun rata-rata 40% dibandingkan tahun sebelumnya, dan 19% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Para ahli memperingatkan, brand yang masih melakukan pemasaran harus berhati-hati bergerak tanpa pertimbangan karena fokus terhadap penjualan saja.

Menurut laporan terbaru dari analis Forrester Dipanjan Chatterjee, 75% konsumen berpikir bahwa memanfaatkan krisis virus Corona adalah salah cara untuk mempromosikan brand.

“Go easy on the hard sell,” tulis Chatterjee dalam laporannya. Dia berharap adanya penurunan jangka pendek dalam pengeluaran iklan, terutama dalam iklan pencarian, karena brand mengevaluasi anggaran mereka. (LH)