Ribuan Iklan Ditemukan Jual Obat Secara Ilegal

Addiction.id-Jakarta. Selama pandemi virus Corona, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi ketersediaan obat dan makanan. Kemudian BPOM menemukan ribuan link iklan obat klorokuin yang dijual secara ilegal via online.

Kepala BPOM Penny Lukito, pada Selasa (07/04), mengatakan pihaknya telah melihat banyak sekali penjualan ilegal klorokuin dan obat lainnya. Oleh karenanya, BPOM menggerakkan cyber patrol dan pihak terkait untuk berkoordinasi dengan pihak marketplace, yang menyediakan lapaknya untuk menjual obat ini.

“Lalu, kita koordinasikan untuk take down kepada Kemenkominfo, sampai saat ini sudah ada sekitar 5600 link iklan penjualan klorokuin yang ilegal,” sambunya.

Sebagai informasi, obat klorokuin merupakan obat keras, sehingga tidak boleh dijual bebas dan penggunaannya harus diawasi dokter. Di sejumlah negara, obat ini dianggap membuat pasien Covid-19 membaik. Kendati begitu, pemerintah Indonesia menekankan bahwa obat tersebut tidak dijual bebas lantaran obat keras.

BPOM meminta masyarakat tidak membeli sembarangan obat klorokuin. “Saya kira harus menjadi perhatian masyarakat, terutama jangan membeli sembarangan obat klorokuin di jalur ilegal. Kami juga terus edukasi masyarakat dikaitkan dengan hal tersebut kehati-hatian konsumsi obat keras COVID-19 tanpa pengawasan dokter,” jelas Penny.

Tak hanya itu, BPOM pun berupaya mendatangkan bahan baku obat impor dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Lalu, BPOM juga mendukung percepatan perizinan uji klinik terhadap obat maupun obat herbal yang akan digunakan untuk meningkatkan sistem imun.

“Karenanya, itu membutuhkan percepatan juga, kami lakukan uji klinik dengan cepat,” ujarnya.

“Indonesia masuk dalam global solidarity trial, yaitu uji klinik obat yang dilakukan oleh WHO dengan beberapa negara. Saya kira ini penting sekali untuk Indonesia ikut terlibat dan kami dukung percepatan perizinan yang dibutuhkan,” ujarnya. (LH)