Tantangan Berat Saat Pandemi Hingga Puasa, Berikut Kiat Memasarkan Properti

Addiction.id-Jakarta. Industri bisnis di beragam sektor terganggu akibat pandemi virus corona. Salah satunya bagian properti. Belum lagi ke depannya akan dihadapkan pada bulan puasa dan lebaran, serta tahun ajaran baru sekolah. Kondisi itu bisa menjadi tantangan berat.

Demi mengatasi itu, seorang konsultan properti, Widodo, mengatakan perlunya mengubah pola strategi pemasaran properti, sebagaimana dilanseri Republika, Sabtu (05/04). Dengan harapan, kondisi itu tetap menjadi peluang yang menguntungkan. Adapun sejumlah langkah strategi pemasaran properti ditengah pandemi, dari media online hingga menjanjikan hadiah pada konsumen yaitu:

• Media Online
Di tengah pandemi, masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Masyarakat cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggunakan gawainya (ponsel atau laptop) untuk mencari kabar baru atau hiburan dari media online. Pengusaha properti mengiklankan produknya di portal-portal online.

• Media Sosial
Di kondisi seperti saat ini, banyak orang menghabiskan waktunya untu bermain di media sosial. Dengan begitu, produk properti disarankan untuk iklankan di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, twitter, youtube dan lainnya.

• SEO / Ads Google
Nyaris semua orang berselancar di Google untuk sekadar memenuhi rasa penasaran akan sesuatu. Karenanya, disarankan untuk mengiklankan produk properti secara maksimal di Google.

Supaya iklan selalu tampil di halaman pertama pencarian, pengusaha bisa manfaatkan SEO (Search Engine Optimization) dan Ads Google yang berbayar. Kemudian pilihlah keyword (kata kunci) yang sedang hits saat ini, tidak harus nama properti kita.

• SMS / WA
Nyaris semua orang memiliki ponsel. Pengusaha bisa memanfaat hal ini untuk mengiklan dengan cara mengirimkan SMS ataupun WA kepada target kustomer. Agar lebih maksimal, pengusaha mesti tahu profil yang menjadi target sehingga iklan tepat sasaran.

• Televisi
Sama halnya dengan ponsel, televisi pun nyaris dimiliki semua orang. Oleh karenanya, pengusaha bisa mengiklan di sini. Melalui televisi, pengusaha bisa menampilkan produk secara visual sehingga calon konsumen yakin terhadap produknya.

• Tidak Menggelar Pameran
Dari pameran, penjual properti bisa menghasilkan lebih dari 50%. Namun untuk semetara, kegiatan pameran seharusnya ditiadakan.

• Beri Diskon dan Memudahkan Pembayaran
Pemberian diskon bisa dilakukan sesuai dengan hitungan harga jual setelah dikurangi biaya-biaya yang ada.

Lalu, kemudahan cara bayar di properti juga sangat menentukan penjualan. Cara bayar di properti bisa lewat KPA / KPR bank atau langsung ke developer dengan cara bertahap. Namun, saat ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah mengeluarkan himbauan kepada perusahaan perbankan atau pemberi kredit untuk melakukan relaksasi kredit dikarenakan kondisi saat ini. Di properti bisa kita lakukan misalnya dengan menerapkan cicilan bertahap dengan tempo yang agak panjang.

• Pemberian Hadiah
Metode ini bisa merangsang calon konsumen agar mengambil produk properti kita.

• Mengandalkan Tim Sales
Pemasaran properti sangat mengandalkan tim sales. Agar tercipta sales yang militan maka harus diberikan benefit-benefit yang menguntungkan. Selain memberikan pelatihan atau motivasi, kondisi saat ini tim sales pun harus diberikan sesuatu yang sangat menarik agar selalu bersemangat menjual produk. (LH).