Iklan Bergeser ke Digital, Belanja Belum Tentu Naik Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Perilaku berkomunikasi mengalami perubahan, dari media massa ke media sosial. Perubahan itu tentu berdampak pada industri bisnis dan pemasarannya. Karenanya dibutuhkan keahlian khusus, terutama dalam penempatan iklan.

Mengutip John Sinclair, Director of Sales Hotel Platinum Yogyakarta, Retnaningsih Eni Nendyo, mengatakan bahwa hal tersebut menjadi area baru praktik periklanan yang sekarang dianut oleh agensi global, Sabtu (4/4). “Terlebih dalam situasi wabah korona sekarang,” imbuhnya. Diketahui, ia turut memantau perubahan perilaku periklanan secara global.

Retnaningsih berpendapat, globalisasi dan perubahan internet telah mengubah makna media periklanan. Periklanan digital menghitung pemirsa berdasarkan berapa banyak orang yang mengklik iklan.

”Perkembangan teknologi memunculkan digital platform yang mempengaruhi perusahaan untuk menggunakan iklan berbasis online, misalnya Facebook dan Google,” sambungnya.

Kendati begitu, menurutnya, berkembangnya dunia periklanan tidak disertai peningkatan yang ajeg. Bahkan, di tengah pandemi virus Corona, perusahaan mengalami penurunan belanja.

Dilansir dari Macrotrends.net, Amazon pun terkena imbas dengan penurunan 4,8%. Pasalnya, selama pandemi Covid-19, masyarakat cenderung mengurangi belanja mereka. Kemudian disusul Apple, Google, dan sejenisnya–yang merupakan media elektronik, dengan penurunan antara 6% – 9%.

Selama pandemi, bioskop, restoran, hotel dan tempat hiburan di luar rumah terpaksa tutup. Produksi juga berhenti. Tidak hanya kerugian akibat menurunnya penayangan, tapi juga karena penarikan iklan. (LH)