Perokok Anak Meningkat Tiap Tahun, Pemerintah Diminta Tegas Larang Iklan Rokok

Addiction.id-Jakarta. Sejumlah pihak mendorong pemerintah agar melarang iklan rokok di internet. Hal itu menyusul bahwa terjadi peningkatan perokok di kalangan anak-anak dan remaja.

Salah satunya Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan Indonesia (RAYA Indonesia), dikutip dari penanegeri.com, Rabu (18/3).

Ketua RAYA Indonesia Hery Chariansyah menuturkan pelarangan iklan rokok itu harus diterapkan. Mereka menilai iklan-iklan itu beredar tanpa pengawasan, bahkan tak patuh terhadap regulasi.

Pasalnya, iklan rokok di internet beresiko tinggi lantaran mudah diakses atau dilihat anak-anak dan remaja. Selain itu, iklan rokok di internet tak memiliki batasan waktu penayangan.

Sejak Desember 2019, RAYA Indonesia melakukan Survey Iklan Rokok di Internet. Survei ini dilakukan dengan memantau 50 laman popular sepanjang Desember 2019 hingga Februari 2020.

Hery memaparkan, dari hasil survei itu ditemukan bahwa iklan rokok tidak menerapkan verifikasi umur untuk mengakses iklan. Lalu, iklan rokok di internet hanya ditayangkan di gawai saja.

Menimbang mayoritas pengguna gawai adalah anak-anak dan remaja, hal itu mengindikasikan bahwa iklan rokok di internet menyasar mereka. Setiap tahun angka perokok anak terus meningkat.

“Dengan demikian saat ini, permasalahan bahaya zat adiktif rokok menjadi salah satu permasalahan yang mengancam tumbuh kembang anak Indonesia,” tutur Hery dalam siaran persnya.

Melihat fakta tersebut, pemerintah diminta mengambil langkah tegas untuk melarang iklan rokok di Internet. Salah satu tujuannya, untuk menjauhi anak dari zat adiktif rokok.

Saat rokok dinyatakan sebagai produk yang bersifat adiktif, seharusnya pemerintah tak lagi berkilah dalam melarang iklan dan promosi rokok–diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Perlindungan Anak. (LH)