Hanya 6% Industri Periklanan yang Puas dengan Ekosistem Periklanan Digital

Addiction.id-Jakarta. Hasil survei Industri Index menunjukkan bahwa hanya 6% industri yang puas dengan ekosistem periklanan digital saat ini.

Dilansir dari Adnews.com pada akhir pekan lalu, angka tersebut didapat setelah Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mengajukan dua pertanyaan tentang iklan online, dengan fokus pada industri adtech.

Survei ini dilakukan secara bermitra dengan perusahaan periklanan TV MadHive dan AdLedger, sebuah konsorsium penelitian nirlaba yang memiliki anggota seperti Publicis Media, GroupM dan OMG.

Lebih dari 100 pemasar merek, agensi dan penerbit digital disurvei, 6%-nya mengaku mereka puas dengan ekosistem periklanan digital saat ini. Sementara, 92% lainnya percaya akan luasnya standardisasi industri.

“Iklan digital masih menderita terkait masalah transparansi, penipuan, dan fragmentasi yang sama. Dan itu terjadi karena kita terus menghantam ‘pelindung’ sistem yang rusak secara fundamental, ketika kita mestinya mengembangkan infrastruktur baru yang didorong oleh teknologi inovatif,” ujar Christiana Cacciapuoti, Direktur Eksekutif di AdLedger.

Selain itu, Watchdog Australia mengharapkan respon dari pihak industri, saat pihaknya memulai penyelidikannya di sektor ini–yang disebutnya “buram”. Industri ini diminta menyerahkan laporan sementara pada Desember.

“Ekosistem adtech benar-benar perlu diubah. Minimnya transparansi yang mengarah pada penipuan, yang mengarah pada kualitas rendah, yang mengarah pada kinerja yang buruk. Ini siklus yang sangat buruk,” ucap Alysia Borsa, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bisnis dan Petugas Data di Meredith Corporation.

Survei tersebut pun menemukan bahwa 83% responden percaya bahwa kriptografi dapat digunakan untuk menciptakan transparansi dan efisiensi. Namun, banyak yang sepakat bahwa kriptografi dapat meningkatkan penuntasan masalah yang terkait dengan penipuan (66%) dan kemampuan untuk melacak hasil (66%).

“Cepat atau lambat, industri akan menyadari bahwa hubungan disfungsional ini harus berakhir. Satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan teknologi generasi mendatang. Dan, dengan blockchain dan kriptografi yang telah menyingkirkan penipuan dan menyelesaikan masalah serupa di OTT, hanya masalah waktu sampai industri berdiri bersama dan merombak sistem,” tutur CEO MadHive, Adam Helfgott. (LH)