Iklan TV Pindah ke Online

Addiction.id -Jakarta. Iklan pertama kali diperdengarkan dari radio. Kemudian berkembang seiring munculnya televisi. Kini, iklan bermigrasi secara massal ke media online.

Dilansir dari TechCrunch Selasa (9/3), pemasukan senilai $ 35 miliar dari YouTube dan Instagram pada kuartal terakhir, dari periklanan online di media sosial, influencer, dan streamer, mewakili nyaris setengah dari jumlah total yang dihabiskan untuk iklan televisi pada puncaknya di 2018 dengan nilai $ 72,4 miliar.

Bisnis hiburan sedang di bawah tekanan besar untuk mencari pendapatan. Mereka harus menciptakan model baru. Pasalnya, periklanan linier–berorientasi pada produsen, bukan konsumen–menjadi kurang relevan bagi konsumen. Hal itu mendorong industri periklanan untuk mengajak audiens terlibat.

Bloomberg pertama kali melaporkan penghasilan iklan Instagram senilai $ 20 miliar, menyusul setelah Alphabet–perusahaan induk Google–pertama kalinya mengungkapkan pendapatan iklan YouTube sebesar $ 15,1 miliar.

Jika digabungkan, angka-angka itu menunjukkan bahwa pasar periklanan di televisi dapat menyusut menjadi seperempat lebih cepat daripada semua pengeluaran iklan pada 2022. Hal itu sebagaimana diprediksi eMarketer, dikutip dari MarketingLand.

Selagi Google dan Amazon menjadi pemenang–seperti Facebook, perusahaan teknologi lain lebih mengandalkan pengiklan mengejar konsumen ke tempat-tempat baru dalam meraih pendapatan.

(LH)