Cina Jual Saham Grindr Hampir 100%

Addiction.id-Jakarta. Beijing Kunlun Tech, perusahaan teknologi asal Cina, menjual aplikasi kencan khusus kalangan LGBT, Grindr.

Tindakan itu diambil setelah pihaknya mendapat tekanan dari otoritas Amerika Serikat (AS), yang khawatir terhadap penyalahgunaan data para pengguna, dikutip dari AFP, Sabtu (7/3). Beberapa pejabat keamanan nasional di Washington khawatir jika data pengguna disalahgunakan oleh pemerintah Cina, untuk memeras orang AS dengan izin keamanan pemerintah.

Beijing Kunlun Tech membanderol Grindr dengan harga US$608 juta atau sekitar senilai Rp8,63 triliun.

Rencananya, perusahaan itu menjual 98,59% saham di Grindr ke San Vicente Acquisition, sebuah perusahaan induk yang berbasis di negara bagian Delaware, AS.

Sejak mayoritas saham Grindr dibeli Beijing Kunlun pada 2016, Grindr sempat dituduh mengelola data yang tidak benar. Juga, disebut telah melanggar peraturan privasi Uni Eropa, seperti membagikan data GPS, usia, dan jenis kelamin penggunanya kepada perusahaan pihak ketiga, untuk membantu pencapaian target iklan.

Dewan Konsumen Norwegia (NCC), di laporan yang berjudul ‘Out of Control’ menyebut pembagian data tersebut secara implisit mengungkapkan orientasi seksual pengguna. Hal ini ditemukan berdasarkan penelitian atas penggunaan data pribadi oleh sepuluh aplikasi populer. Dari situ didapati bahwa industri periklanan melanggar hukum secara sistematis.

“Setiap kali Anda membuka aplikasi seperti Grindr, jaringan iklan mendapatkan lokasi GPS Anda, pengidentifikasi perangkat, dan bahkan fakta bahwa Anda menggunakan aplikasi kencan gay. Ini adalah pelanggaran serius terhadap Hak Privasi Uni Eropa,” pungkas aktivis Max Schrems dalam sebuah pernyataan NCC.

(LH)