Spotify Minta Musisi Bayar Iklan

Addiction.id-Jakarta. Layanan streaming musik Spotify meminta label dan artis agar membayar iklan di lagu pada aplikasi. Hal itu dimaksud untuk mendongkrak popularitas. Diketahui, layanan ini belum memiliki fitur ini ini.

Dilansir dari happymagtv (5/3), Spotify berupaya meningkatkan pendapatannya. Hingga kini, dari sekitar 120 juta pengguna yang membayar, sebagian besar uang itu digunakan untuk royalti artis. Dengan demikian, kinerja perusahaan bisa dibilang buruk.

Analis industri Mark Mulligan menanggapi hal itu. “Mereka perlu melakukan diversifikasi aliran pendapatan mereka. Mereka perlu mencari cara untuk mendorong margin operasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Layanan streaming ini pun menyelesaikan masalah ini dengan peluncuran Marquee. Dengan harga yang cukup mahal, yaitu $ 5.000 (AS), artis atau label dapat memberi tahu pengikut mereka di aplikasi saat rilis lagu.

Nantinya, para pengikut melihat pop up terkait perilisan lagi di ponsel. Seperti, baru-baru ini, muncul notifikasi album Justin Bieber Changes dan The Slow Rush karya Tame Impala. Promosi dan pemberitahuan seperti ini bisa bermanfaat bagi pendengar setia Spotify.

Namun, dengan harga tinggi untuk mengaktifkan notifikasi, Marquee telah menciptakan kesenjangan antara artis atau label: antara yang kecil dan besar, seperti Universal, yang mampu mendapatkan keuntungan. Sayang, artis kecil lebih sulit untuk promosi ke pasar.

Kendari demikian, dengan dua fitur baru untuk promosi berbayar itu, Spotify akan mendapat untung lebih.

(LH)