Facebook Akhirnya Izinkan Iklan Politik

Addiction.id-Jakarta. Facebook mengubah kebijakan aturan larangan iklan politik dan memutuskan untuk mengizinkan iklan politik berbayar pada Jumat (14/02).  Iklan politik yang disebut “konten bermerek” itu diposting pengguna biasa, namun biasanya dibayar oleh perusahaan pengguna.

Perubahan kebijakan itu muncul setelah beberapa saat sebelumnya kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Mike Bloomberg, muncul dalam bentuk meme lucu yang bertujuan untuk mempromosikan dirinya. Selain di Facebook, meme kampanye Bloomberg itu juga muncul di Instagram yang diikuti oleh jutaan anak muda.

Dikutip dari The Guardian, dalam kampanyenya Bloomberg membayar influencer untuk memposting meme lucu tentang dirinya. Para influencer yang memiliki jutaan pengikut itu, menggunakan akun pribadi mereka untuk menyebarkan meme Bloomberg.

Meme itu menampilkan pria berusia 78 tahun itu dengan gaya canggung sedang berbincang dengan influencer populer,  dan meminta mereka untuk menaikkan profilnya di kalangan anak muda.

“Bisakah memposting meme yang bisa memberitahun semua orang jika saya adalah kandidat presiden yang keren?” pinta Bloomberg dalam meme tersebut yang diposting oleh akun FuckJerry. Akun ini memiliki hampir 15 juta pengikut di Instagram. Bloomberg lalu mengirim foto dirinya yang mengenakan celana pendek chino longgar, kaos polo oranye, dan rompi.

Sebelumnya, iklan politik online telah menimbulkan kontroversi, terutama saat Rusia terungkap menggunakan iklan untuk mempengaruhi pemilihan presiden pada tahun 2016. Sebagai tanggapan, Facebook mengeluarkan kebijakan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa dengan menolak iklan politik.

Dengan kelonggaran kebijakan ini, memungkinkan kandidat akan menggunakan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, yang juga dimiliki Facebook, untuk beriklan. Tentunya dengan syarat diizinkan oleh Facebook dan mengumumkan siapa yang membayar postingan iklan.

“Setelah dengar pendapat terkait kampanye, kami setuju jika memberikan tempat untuk konten bermerek dalam diskusi politik pada platform kami,” ujar Facebook dalam pernyataan tertulisnya kepada Associated Press. “Kami mengizinkan kandidat yang berbasis politik AS untuk bekerja dengan para kreator dalam menjalankan konten ini,” lanjut Facebook.

Sementara itu, pihak Bloomberg menolak menyebutkan nominal yang dibayarkan untuk kampanye iklannya.