Tahun Depan, Adpoint Targetkan 3000 Lokasi Penempatan Iklan

Addiction.id-Jakarta. Saat ini, dunia periklanan digital di Indonesia dinilai akan semakin menguat, lebih transparan, dan strategis. Hal ini disampaikan CEO Adpoint, Dodit Waluyo Jati dalam acara launching Adpoint Indonesia Advertising Marketplace, di Jakarta, pekan lalu.

Dodit, menyatakan, dunia periklanan di Indonesia semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kata Dodit, sarana transportasi publik seperti bus, kereta, dan pesawat terbang, telah dimanfaatkan sebagai salah satu lini bisnis lain.

“Derasnya perkembangan digital, membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melihat perangkat smartphone. Kondisi ini membuat media baru semakin diminati, kalangan pemilik media iklan dan pemilik brand,” ujar Dodit.

Berdasarkan hasil penelitian, kata Dodit, ada tren disrupsi media iklan yang memanfaatkan berbagai fasilitas publik dan transportasi umum sebagai media iklan.

“Contohnya, sarana transportasi umum seperti commuter line, MRT hingga stasiun, belakangan ini telah ramai diwarnai dengan berbagai iklan,” papar Dodit.

Dodit pula menyatakan Adpoint yang merupakan platform periklanan offline, memberikan kesempatan kepada pemilik brand untuk mengetahui penempatan iklan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan sesuai dengan permintaan.

“Adapun cara kerja Adpoint yaitu mempertemukan antara merek dengan pengelola media iklan,” jelas Dodit Waluyo Jati.

Lebih lanjut, Dodit menyatakan, platform yang ditawarkan ke pemilik brand sebagai sarana iklan sangat banyak mulai dari bentuk videotron, billboard dan transportasi publik.

“Target untuk tahun depan, kita akan menambah titik media atau lokasi penempatan iklan menjadi sekitar 2.000 hingga 3.000 titik,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Dodit, Adpoints sudah memiliki 1.000 titik berbagai bentuk media penempatan iklan dan dipastikan seluruhnya aman serta telah dilengkapi aspek perizinan dan pajak reklame.

“Dengan Adpoints, pemilik brand dengan cepat bisa memilih lokasi atau titik yang diinginkan,” pungkas Dodit. (VRU).