Peugeot dan Fiat Chrysler Sepakat Merger

Addiction.id-Jakarta. Peugeot dan Fiat Chrysler melakukan kesepakatan untuk merger dengan nilai 38 miliar poundsterling pada Rabu (18/12). Penggabungan keduanya menjadi terbesar keempat untuk produsen mobil. Merger tersebut diharapkan bakal rampung dalam waktu satu tahun.

Dua perusahaan induk, PSA Group dan Fiat Chrysler menegaskan jika tidak akan memangkas karyawan sebagai bagian dari penghematan biaya. Isu ini menjadi perhatian utama lebih dari 1.000 pegawai yang bekerja di pabrik PSA di Ellesmere Port.

Setelah merger, Carlos Tavares yang sebelumnya mengawasi keberhasilan integrasi PSA dan pergantian merek Vauxhall dan Opel, bakal tetap menduduki kursi Chief Executive PSA.

Berdasarkan penjualan tahun 2018 lalu, perusahaan memperoleh pendapatan hampir 170 miliar Euro dan laba operasi sebesar 11 miliar Euro. Namun belum diungkap nama merek mobil yang akan digunakan usai merger itu.

John Elkan, salah satu keturunan keluarga Agnelli yang mengendalikan Fiat, akan menjabat sebagai Group Chairman. Disebutkan pula keluarga Agnelly  akan memiliki wakil di jajaran direksi di grup baru ini.

Merger dengan komposisi 50-50 ini diprediksi bakal mendirikan pembangkit tenaga listrik baru yang berada di tempat netral yakni Belanda, namun terdaftar di lantai bursa Paris, Milan, dan New York. Tujuannya untuk menambah kekuatan investasi dalam teknologi mobil listrik serta  menyesuaikan diri dengan teknologi mobil yang sedang berlangsung di industri mobil.

Merek mobil yang akan dijual oleh grup baru ini seperti Peugeot Citroen, Opel dan Vauxhall. Sementara untuk merek premium dan mewah seperti Fiat Chrysler’s Alfa Romeo, Jeep, dan Maserati. Diketahui, Peugeot memiliki pangsa pasar yang kuat di Eropa, sementara Fiat Chrysler sukses di pasaran Amerika Utara.

 “Merger kami merupakan satu kesempatan besar untuk memperoleh posisi yang lebih kuat dalam industri mobil, karena kami berusaha untuk transisi ke produk mobil yang bersih, aman, dan berkelanjutan serta menyediakan produk kelas dunia,teknologi dan layanan prima kepada pelanggan,” ujar Carlos Tavarez sebagaimana dikutip FoxNews, Rabu (18/12).   

Selanjutnya, Peugeot dan Fiat Chrysler akan bertemu untuk membahas ambang batas emisi karbon dioksida dari semua produk mobilnya mulai 1 Januari 2020. Salah satu cara yakni dengan menjual mobil batere listrik dan mobil berbahan bakar bensin dan diesel rendah emisi, serta hybrid.