8 Iklan Kontroversial di Satu Dekade Terakhir

Addiction.id-Jakarta. Dua pekan lalu, publik Amerika ramai memperbincangkan iklan sepeda statis merk Peloton. Iklan berdurasi 30 detik yang berjudul “The Gift that Gives Back” ini menuai komentar miring dan kritik lumayan pedas.

Tak hanya Peloton, sejumlah iklan juga pernah menuai kontroversi. Dalam satu dekade terakhir, ada beberapa contoh kampanye iklan paling kontroversial dan termasuk iklan kontroversial yang berhasil.

Protein World – Beach Body

Pertama adalah iklan Beach Body dari pemasok suplemen kesehatan Protein World. Diluncurkan tahun 2015 di London dan New York, iklan pada billboard menampilkan seorang gadis berbikini dengan slogan “Apakah anda sudah siap?”.

Ide awalnya adalah mempromosikan suplemen kepada pengguna yang menginginkan tubuh yang sempurna untuk musim panas. Namun, penayanangan iklan tersebut dengan cepat mengundang reaksi protes. Kaum feminis menganggap iklan tersebut sebagai body shaming.

Meski mendapat reaksi keras, iklan tersebut banyak mendapat publisitas dan peliputan dari media. Dengan anggaran kampanye iklan Body Beach sebesar 250.000 poundsterling, Protein World dikabarkan meraih laba 1 juta poundsterling.

Bud Light – #upwhatever

Iklan minuman alkohol yang ditayangkan di televisi ini menampilkan serangkaian seri iklan pendek seorang pria yang akhirnya ia bermain tenis meja dengan aktor Arnold Schwarzenegger dalam konser grup music OneRepublic. Tidak ada kekerasan. Tidak juga terdapat sumpah serapah dan tidak melanggar kesopanan. Apa yang salah dari iklan tersebut?

Alkohol dianggap sebagai salah satu pemicu utama dalam kasus pemerkosaan, jadi iklan ini bukanlah satu ide bagus untuk mempromosikan bir mereka. Pemirsa menganggap iklan tersebut mempromosikan upaya mendorong dan mendukung pemerkosaan. Bud Light akhirnya meminta maaf dan menarik seluruh iklannya.

Benetton Group – Unhate Campaign

Tahun 2011 Benetton merilis iklan yang sangat kontroversial. Dalam kampanyenya, Benetton menampilkan iklan provokatif. Iklan tersebut menampilkan 11 pimpinan dunia yang ditampilkan saling bericuman bibir. Terlihat Obama berciuman bibir dengan orang yang sering menentangnya, Hugo Chavez, Paus dengan al-Tayeb, Mahmoud Abbas dengan Benjamin Netanyahu, Angela Markel dengan Nicolas Sarkozy, dan Kim Jong-il dengan Lee Myung-bak. Obama juga berciuman bibir dengan Hu Jintao.

Tentu saja foto-foto tersebut adalah foto rekayasa hasil photoshop. Menurut Pimpinan Benetton, Alessandro Benetton, iklan yang diluncurkan di Paris itu memang untuk mengkampanyekan perdamaian (unhate).

Masalahnya adalah penggunaan foto tersebut tanpa persetujuan dari para pemimpin dunia. Tak lama setelah diluncurkan, iklan Benetton menuai protes keras. Vatikan meminta Benetton untuk menarik foto Paus yang berciuman dengan al-Tayeb. Vatikan menilai Benetton tidak menghargai pemimpin Katolik dunia itu dan menuding Benetton hanya ingin mendapatkan perhatian dengan cara kontroversial.

Meski derasnya kecaman terhadap iklannya, Benetton menolak meminta maaf. Bahkan, Unhate Campaign Benetton ini meraih penghargaan pada Festival Iklan Cannes yang bergengsi di Perancis.

Pepsi – Live for Now

Dirilis tahun 2017, iklan ini menampilkan selebriti dan model Kendall Jenner. Dalam video berdurasi dua menit ini, Kendal yang sedang melakukan sesi pemotretasn ikut turun ke jalan bergabung dengan demonstran. Kendall lantas memberikan kaleng Pepsi kepada polisi yang sedang bertugas mengamankan satu kerusuhan. Polisi pun tersenyum, para demonstran bersorak dan saling berpelukan.

Iklan tersebut dianggap menyepelekan gerakan melawan kekerasan dan rasisme terhadap warga kulit hitam AS yang kerap dilakukan pihak kepolisian.

Melihat respon negatif dari masyarakat, pihak Pepsi langsung menarik peredaran iklan. Dalam pernyataannya, perusahaan yang telah berdiri sejak 1898 ini bermaksud untuk menyuarakan perdamaian kepada masyarakat AS. Namun sayang, sebagian masyarakat justru punya pandangan yang berbeda.

Nivea – White is Purity

Nivea adalah merek perawatan kecantikan asal Jerman terkenal dengan Produk kecantikan Nivea dikenal dengan produk antriperspiran, krim wajah, dan banyak lainnya. Untuk iklan antiperspirannya, Nivea menggunakan tagline “putih adalah kemurnian”.

Seorang wanita terlihat memakai baju atasan berwarna putih, sambil memandang ke luar melalui jendela.

Pilihan kata kampanye ini dianggap sangat buruk. Bahkan Nivea memperburuk keadaan dengan fokus kampanye untuk orang Timur Tengah. Akibatnya, Nivea dianggap rasis. Menyadari banyaknya protes terkait iklan tersebut, Nivea menarik iklan tersebut.

Dove – Lotion

Serupa dengan Nivea, Dove juga merupakan produk kecantikan merk populer. Pada tahun 2017, Dove merilis iklan di laman Facebook-nya dengan menampilkan seorang wanita berkulit hitam yang kemudian berubah menjadi wanita berkulit putih.

Tak hanya dianggap rasis, iklan ini juga dianggap menghina pemirsa. Dove langsung menghapus kampanye itu di laman Facebook. Pihak Unilever sebagai pemilik Dove menyatakan permohonan maaf.

LUSH – #spycops

LUSH adalah produk kosmetik handmade asal Inggris yang telah memiliki banyak toko di AS dan Inggris. Tahun 2018, LUSH merilis iklan Spy Cops di seluruh tokonya di Inggris.

Iklan ini dituding anti polisi yang mengundang kekerasan meningkat. Karena respon negative, pihak LUSH akhirnya menarik iklan dan mengeluarkan pernyataan maaf di website resminya.

Nike – Collin Kaepernick

Terakhir, iklan kontroversial dari Nike yang menampilkan gelandang NFL, Colin Kaepernick pada tahun 2018. Dalam iklan terbaru Nike tersebut terdapat wajah Kaepernick dengan tulisan, “Percaya terhadap sesuatu. Bahkan jika itu berarti mengorbankan segalanya”.

Kaepernick saat itu dikenal karena memprotes lagu kebangsaan AS dengan berlutut saat lagu kebangsaan Amerika Serikat ‘The Star-Spangled Banner’ dikumandangkan. Presiden AS Donald Trump bahkan menganggap iklan terbaru Nike itu sebagai ‘pesan buruk’.

Iklan tersebut membuat Nike banyak mendapat kritikan. Bahkan ada kampanye memboikot produk-produk apparel olahraga asal Amerika Serikat tersebut. Sejumlah orang mengunggah video sedang membakar produk-produk Nike.

Namun, tindakan Nike yang menggunakan Kaepernick sebagai bintang iklan 30 tahun Just Do It mendapat dukungan dari sejumlah atlet ternama, termasuk LeBron James dan Serena Williams.