ADdiction

Wabah Virus Corona, Pendapatan Baidu Anjlok

Addiction.id-Jakarta. Wabah virus corona di Cina rupanya berdampak pada ekonomi dan periklanan di negaranya.

Mesin pencari internet terbesar di Cina, Baidu yang disebut sebagai Google versi Cina mengalami penurunan pendapatan hingga 13% pada kuartal I (Q1).

Menurut Refinitiv, Baidu menargetkan pendapatan di kisaran 21 miliar yuan sampai 22,9 miliar yuan jauh dari perkiraan rata-rata senilai 23,1 miliar. Turun 5% daripada tahun sebelumnya.

“Rebound ekonomi setelah wabah berakhir juga akan menjadi proyek jangka panjang,” ungkap CEO Baidu, Robin Li, dikutip dari Reuters, Jumat (28/2/2020).

Pendapatan periklanan pada Q1, dari segi penjualan iklan, berpotensi lebih anjlok. Analis memprediksi penurunan itu di kisaran 10%-18%. “Baidu akan berjuang lebih keras dari yang lain, karena mereka bergantung pada pasar periklanan,” ujar analis Investing.com, Haris Anwar.

Tindakan menekan angka penyebaran wabah berakibat pada bisnis periklanan milik Baidu.

Sementara, perusahaan yakin permintaan iklan akan meningkat bertahap setelah epidemi berakhir.

(LH)

About author

Related Articles