ADdiction

Valuasi Traveloka Salip OVO-Bukalapak

Addiction.id-Jakarta. Pelaku startup mengupayakan beragam cara guna bertahan dan tetap berkembang di masa sulit saat pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, mereka mencari strategi terbaik.  Salah satunya layanan jasa perjalanan Traveloka.

Lembaga riset CBInsights melaporkan data terbaru soal valuasi unicorn di Indonesia selama pandemi. Ternyata di masa sulit ini ada peningkatan valuasi, dilansir dari CNBC pada Rabu (21/10).

Berdasarkan laporan tersebut, valuasi startup unicorn Traveloka mampu menyalip Bukalapak dan OVO.

Untuk diketahui, Traveloka  kini memiliki valuasi USD 3 miliar. Angka ini baik dari tahun lalu USD 2 miliar. Sementara, valuasi Bukalapak USD 2,5 miliar, dari sebelumnya USD 1 miliar. Lalu valuasi OVO relatif stabil di posisi USD 2,9 miliar.

Lalu disebutkan bahwa valuasi Gojek juga relatif stagnan, yakni sebesar USD 10 miliar. Demikian pula Tokopedia dengan USD 7 miliar.

Sayangnya, laporan CBInsight tidak merinci penyebab kenaikan valuasi Traveloka dan Bukalapak. Demikian pula soal stagnasi OVO, Tokopedia dan Gojek.

Namun, untuk diketahui, Traveloka pada tahun ini mendapat suntikan dana USD 250 juta dari beberapa investor, termasuk EV Growth.

CEO Traveloka Ferry Unardi menyebut pendanaan ini untuk memperbaiki bisnis Traveloka yang melandai sejak pandemi.”Traveloka sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Kami berada di titik paling rendah sejak perusahaan berdiri,” katanya, melalui keterangannya baru-baru ini. 

(LH)

About author

Related Articles