ADdiction

Unilever Indonesia Tak Ikut Boikot Iklan di Facebook

Addiction.id-Jakarta. Belakangan, beberapa perusahaan besar mengikuti gerakan memboikot Facebook dengan tidak mengiklan di platform tersebut, misalnya Unilever, Coca-Cola, The North Face, dan Starbucks di Amerika Serikat (AS).

Namun, di dalam negeri, Unilever Indonesia tidak mengikuti kebijakan Unilever AS, untuk memboikot iklan di Facebook. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh manajemen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Dikutip dari CNBC Indonesia pada Rabu (1/7), Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso mengakui bahwa pemberhentian iklan  media sosial hanya dilakukan oleh Unilever AS, menimbang kondisi negara di mana perusahaan tersebut berdiri.

Diketahui, Unilever AS melalui rilisnya memutuskan untuk tidak memasang iklan melalui beberapa media sosial. Sebab, banyak pengguna media sosial tersebut yang mengunggah ujaran kebencian di AS menjelang pemilu. 

“Kami telah memutuskan bahwa mulai sekarang hingga setidaknya akhir tahun tidak akan memasang iklan di platform Facebook, Instagram dan Twitter di AS. Terus beriklan di platform ini saat ini tidak akan menambah nilai bagi masyarakat dan masyarakat. Kami akan terus memantau dan akan meninjau kembali,” tulisnya.

Sebagai gantinya, Unilever akan mengalihkan belanja iklan ke media lain dengan bekerja sama melalui mitra, antara lain Association of National Advertisers (ANA), World Federation of Advertisers (WFA) dan Global Alliance for Responsible Media (GARM).

Keputusan Unilever AS tersebut diikuti oleh sejumlah perusahaan ternama lainnya, seperti Adidas dan Ford, yang juga merupakan pengiklan terbesar di Facebook. Mereka semua mengikuti kampanye ‘#StopHateForProfit’. (LH)

About author

Related Articles