ADdiction

Termasuk Shopee, 12 Perusahaan Ditunjuk Untuk Pungut PPN 10% Produk Luar Negeri

Addiction.id-Jakarta. Mulai 1 Oktober 2020, Shopee dan 11 perusahaan digital lainnya akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN).

Pihak Shopee menekankan bahwa kebijakan itu berlaku untuk barang dan jasa digital dari luar negeri. Jadi, tidak memengaruhi harga barang jualan yang ada.

Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo menjelaskan, selaku lelaku industri e-commerce yang beroperasi di Indonesia, pihaknya mesti mengikuti aturan pemerintah. Pelaporan pajak oleh Shopee dan merchants sudah sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020.

Perihal pemungutan pajak barang digital sebesar 10% terhadap 12 perusahaan itu, menurut Radityo, mestinya diperjelas dahulu bahwa itu bukan pajak e-commerce, melainkan pajak barang atau jasa digital tidak berwujud yang berasal dari luar negeri.

“Jadi tambahan pajak ini tidak akan mempengaruhi harga barang-barang yang dijual di Shopee,” sambungnya, Kamis (10/9).

Radityo pun menegaskan Shopee selalu mendukung aturan yang berlaku selama sesuai dengan UU dan membantu perkembangan UMKM di Indonesia.

“Saat ini kami sedang menunggu sosialisasi resmi dari pihak Kemenkeu atau Ditjen Pajak terkait pengesahan resmi peraturan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ditjen Pajak menunjuk 12 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN sebesar 10% atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia. Berikut ini daftar perusahaan yang ditunjuk.

• PT Shopee International Indonesia
• Microsoft Ireland Operations Ltd.
• Twitter Asia Pacific Pte. Ltd.
• Twitter International Company
• Skype Communications SARL
• LinkedIn Singapore Pte. Ltd.
• McAfee Ireland Ltd.
• Mojang AB
• Novi Digital Entertainment Pte. Ltd.
• PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd.
• Zoom Video Communications, Inc.
• PT Jingdong Indonesia Pertama

Berdasarkan keterangan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama, perusahaan tersebut akan memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia.

Pemungutan PPN hanya dilakukan oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut.

(LH)

About author

Related Articles