ADdiction

Telegram Tak Akan Manfaatkan Data Pribadi Pengguna untuk Iklan

Addiction.id-Jakarta. Kebijakan baru WhatsApp, yang buntutnya memaksa pengguna berbagi data ke Facebook, membuat penggunanya beralih ke aplikasi pesaing, seperti Telegram dan Signal.

Sebelumnya, sejumlah pakar mengatakan bahwa salah satu manfaat kebijakan tersebut ialah mempermudah pengiklan untuk berbisnis. Sebab data pengguna akan digunakan untuk profiling demi iklan tertarget.

Sementara itu, pesaing WhatsApp, Telegram mengaku tak akan memanfaatkan data pribadi pengguna untuk profiling demi iklan tertarget.

“Kami tak akan memaksa pengguna melihat iklan berdurasi 30 detik di Telegram. Jika kami akan menghadirkan iklan, iklan ini hanya terlihat di satu dari sekian banyak kanal. Biaya iklannya pun sangat mahal karena server dan biaya trafik (seperti kanal saya @durov),” jelas CEO Telegram Pavel Durov, Senin (18/1).

“Jadi tak ada pengumpulan data pribadi, tak ada pemprofilan pengguna. Lalu, jika kamu tak menggunakan atau bergabung ke salah satu kanal kami, kamu tak akan melihat satu pun iklan,” terangnya.

Durov mengatakan, pengguna yang tak menggunakan kanal atau tak menggunakan platform komunikasi pribadi peer-to-peer tak akan melihat iklan apa pun.

Sebelumnya, Signal pun berkomitmen tak akan menghadirkan iklan di platformnya.

(LH)

About author

Related Articles