ADdiction

Tawarkan Akses Gratis, TCS Dukung Sektor Pendidikan di Indonesia

Addiction.id-Jakarta. Tata Consultancy Services (TCS), perusahaan layanan, konsultasi dan solusi bisnis TI terkemuka, menawarkan akses TCS iON Digital Glass Room, platform pembelajaran virtual, secara gratis untuk institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung ketentuan pendidikan dalam membantu pelajar belajar di rumah selama pandemi global COVID-19.

Karena COVID-19 menyebar di seluruh dunia, para guru, dosen, siswa dan mahasiswa bergegas untuk menciptakan cara supaya tetap dapat melanjutkan kelas seperti biasa meski terkena dampak karantina wilayah dan aturan jaga jarak.

“Prinsip utama TCS adalah komitmen untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di mana kami berada. TCS iON, unit strategis dalam TCS, mengidentifikasi adanya kebutuhan yang mendesak akan akses teknologi pada sektor pendidikan di Indonesia, untuk mendukung para guru, dosen, siswa dan mahasiswa yang terpengaruh oleh pandemi global, dan kami telah mulai mengenalkan teknologi ini ke berbagai organisasi serta memberikan akses gratis TCS iON Digital Glass Room,” ujar Bhavin Zaveri, Country Head TCS Indonesia dalam keterangannya pada Selasa, (04/08).

Menurut Bhavin, platform ini memungkinkan para guru, dosen, siswa dan mahasiswa untuk terhubung pada lingkungan virtual yang aman, di mana sekolah atau universitas dapat dengan cepat beralih dari ruang kelas fisik ke ruang kelas digital.

“Guru dan dosen dapat terhubung dengan siswa dan mahasiswa secara langsung dengan membagikan mata pelajaran sekolah atau kuliah, video, lembar kerja siswa/mahasiswa, tugas dan penilaian, sambil menggunakan metode interaktif seperti pemungutan suara, debat, kuis, survei, dan lainnya,” jelasnya.

Dengan TCS iON Digital Glass Room, lanjut Bhavin, guru dan dosen dapat memanfaatkan format yang mudah digunakan untuk pengumpulan data pendidik dan peserta didik di setiap ruang kelas. Selain itu juga untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan pembelajaran dan perilaku peserta didik melalui analitik.

Tak hanya itu, menurut Bhavin, para pendidik di Indonesia sekarang dapat memanfaatkan disrupsi teknologi untuk mengubah pendidikan melalui pembelajaran online tanpa terputus selama pandemi yang saat ini terjadi.

“Guru, dosen, siswa dan mahasiswa dapat terus memanfaatkan teknologi digital untuk memfasilitasi lingkungan belajar dan mengajar virtual dan tetap melanjutkan kurikulum mereka baik saat pandemic maupun di kemudian hari,” ucapnya.

Bhavin mengatakan, kebutuhan yang saat ini diperlukan adalah alat untuk membantu mengintegrasikan pembelajaran online dengan pembelajaran di dalam kelas dengan meningkatkan ilmu pengajaran atau pedagogi dengan intervensi digital. Menurutnya, dengan jalur digital ini akan membantu menyiapkan siswa atau mahasiswa untuk jenis pekerjaan yang baru muncul di lapangan kerja setelah COVID-19.

“Pada saat beralih ke kelas virtual, guru dan dosen juga harus mengimplementasikan strategi pembelajaran interaktif yang baru, penilaian dengan pengawasan, dan penilaian dengan jarak jauh sambil tetap memastikan privasi online para pemangku kepentingan tetap terjaga,” pungkas Bhavin.

IG

About author

Related Articles