ADdiction

Tak Sengaja, Facebook Blokir Iklan Pebisnis Kecil Karena Kesalahan Algoritma

Addiction.id-Jakarta. Jejaring media sosial Facebook dikabarkan memblokir iklan sejumlah pebisnis kecil dari platformnya. Menurut laporan Bloomberg pada Jumat (27/11), hal ini rupanya terjadi karena kesalahan sistem pengawasan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Algoritma AI itu ingin menyingkirkan iklan yang menyinggung dari platform Facebook. Imbasnya, pebisnis pun semakin kesulitan karena kehilangan penjualan online di masa pandemi.

Padahal, bagi para pebisnis kecil itu, Facebook menjadi jalur alternatif untuk berjualan. Namun, ada sejumlah kekurangan, di antaranya masalah dengan perangkat lunak moderasi konten Facebook, keterbatasan menargetkan pelanggan, dan minimnya transparansi terkait cara memperbaiki masalah.

Salah satu korban pengusaha yang menjadi korban kesalahan tersebut ialah Ruth Harrigan, seorang pengusaha di New York. Ia mengatakan bahwa di awal bulan ini, perusahaan madu dan produk lilin lebahnya secara misterius diblokir karena “melanggar” kebijakan Facebook.

Harrigan mengeluh ke Facebook dan akunnya dipulihkan beberapa hari kemudian, namun pengusaha tersebut memperkirakan bisnisnya kehilangan sekitar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 70,3 juta dalam penjualan.

Di tahun ini, Facebook mengerahkan pengawas tenaga manusia untuk fokus pada pemilihan umum dan misinformasi Covid-19. Senentara, algoritma AI memantau area lain di platform. Nahasnya, pebisnis kecil terimbas karena mode filter otomatis Facebook.

“Kami tahu segala jenis gangguan ini bisa membuat frustasi pebisnis yang mengalaminya, terutama pada saat kritis tahun ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh gangguan yang baru-baru ini terjadi,” ucap perwakilan Facebook.

Selain kehilangan jumlah penjualan, di sejumlah kasus, pebisnis kecil juga dipaksa untuk memangkas anggaran dan memberhentikan staf karena adanya perubahan dalam algoritma iklan Facebook.

Salah satu pendiri perusahaan pemasaran digital 4AM Media, Yaniv Gershom, menuturkan bahwa ia harus menghentikan 12 pekerjaan karena larangan akun iklan Facebook yang telah berlangsung nyaris enam bulan.

Menyoal hal tersebut, baru-baru ini wakil presiden integritas Facebook Guy Rosen mengakui terjadinya masalah itu kepada pers.

“Saat kami melakukan lebih banyak tindakan, kami menghapus lebih banyak konten, juga ada lebih banyak peluang bagi mereka yang melakukan kesalahan,” kata Rosen.

Kendati begitu, penjelasan tersebut tak memuaskan pebisnis semacan Harrigan, yang tak pernah diberi penjelasan mengapa akunnya diblokir. Menurut pebisnis ini, Facebook hanya mengatur ulang semuanya seolah-olah kesalahan tersebut tak pernah terjadi.

(LH)

About author

Related Articles