ADdiction

Tak Bayar Pembuat Konten, YouTube Tetap Akan Tampilkan Lebih Banyak Iklan

Addiction.id-Jakarta. Google lagi-lagi memperbarui kebijakan layanan di platform YouTube. Teranyar, pada pekan ini, rencananya YouTube akan dipenuhi lebih banyak iklan.

Iklan akan tetap tayang di video pembuat konten, meski tak tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP). Artinya, iklan tetap muncul di video yang tak dimonetisasi oleh pembuat konten. Jadi, YouTube tetap akan menayangkan iklan di video meski tak memberi imbalan kepada pembuat konten.

“Sekarang, iklan bisa muncul di beragam video yang diunggah oleh kanal yang tidak tergabung dalam YPP, dan kami perlahan bakal memunculkan iklan di konten yang tergolong brand safe,” ujar pihak YouTube melalui blog resminya, Kamis (19/11).

Berdasarkan keterangan pihak YouTube, kebijakan tersebut dicanangkan guna membantu pengiklan untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan begitu, para pengiklan ini bisa lebih mudah mempromosikan produknya. Juga bisa lebih dekat dengan target audiensnya.

Meski begitu, dalih tersebut tidak diterima pengguna dan justru diprotes. Sebab kebijakan tersebut dinilai tak berpihak pada pembuat konten.

Salah satu penggunanya, melalui akun Twitter, mengatakan bahwa kebijakan tersebut tak adil. Pasalnya, para pembuat konten berskala kecil akan merasa tak terbayar oleh YouTube atas iklan yang ditayangkan.

Masih melalui Twitter, pengguna lain pun memprotes kebijakan tersebut dengan mengatakan bahwa hal tersebut tak etis. Karena, tak sebanding dengan kerja keras pembuat konten YouTube.

Kendati begitu, kebijakan anyar tersebut baru berlaku di Amerika Serikat (AS). YouTube mengatakan bahwa kebijakan ini akan berlaku di luar AS per tahun depan.

“Kebijakan-kebijakan baru ini bakal efektif di luar kawasan AS mulai pertengahan 2021,” tutur pihak YouTube.

Selain itu, kebijakan baru lainnya yaitu perihal pencantuman larangan pengumpulan data face recognition di beragam video di YouTube, dan mekanisme penerapan pajak baru bagi para kreator konten yang bermitra dengan YouTube.

(LH)

About author

Related Articles