ADdiction

Survei Kondisi Agensi Saat Pandemi, P3I Pusat Apresiasi Cabang DKI

Addiction.id-Jakarta. Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat Janoe Arijanto mengapresiasi upaya P3I DKI Jaya untuk menyurvei seratus lebih agensi, dalam mencari tahu kondisi agensi di masa pandemi Covid-19 ini.

“P3I memberi apresiasi terhadap inisiatif Pengda (red: Pengurus Daerah) DKI untuk melakukan survei ini. Dari data survei, kita melihat industri periklanan sedang merespon kondisi pandemik dengan berbagai cara yang adaptif,” tutur Janoe, Rabu (16/09).

Ia melanjutkan bahwa, melalui data hasil survei, dapat terlihat bagaimana sepak terjang bisnis periklanan dalam menghadapi krisis. Dari data itu, ia  percaya bisnis periklanan bisa menghadapi masa sulit ini.

“Karena core bisnis periklanan adalah kreativitas, P3I percaya, bahwa kita bisa mengatasi krisis ini secara kreatif dengan berbagai bentuk inovasi organisasi, proses bisnis dan kolaborasi baru bisa dibuat untuk menghadapi krisis ini,” kata dia.

Masih berdasarkan survei, responden mengaku telah melakukan beragam cara untuk bertahan di masa sulit ini. Dari berinovasi, menjaga kepercayaan klien, hingga beralih ke bisnis digital.

Ketua Bidang Internal Organisasi P3I DKI Jaya Edhy Bawono menyamakan respons ini seperti theory survival of the fittest oleh Charles Darwin.

“Bukan yang terkuat yang hidup, melainkan mereka yang cepat beradaptasi dengan perubahan yang akan tetap hidup, yang dapat kita terapkan dalam berkorporasi,” katanya.

Lebih lanjut, responden berharap P3I DKI Jaya, selaku asosiasi industri periklanan, terus membantu menyosialisasikan perihal pentingnya beriklan, memimpin transformasi digital, melakukan sinergi antaragensi, bekerja sama dengan pemerintah untuk mendistribusikan pekerjaan serta melakukan negoisasi untuk pajak insentif yang lebih konkret.

Guna menjawab harapan mereka, P3I DKI akan melakukan pelatihan.  “P3I DKI Jaya akan terus melanjutkan program training melalui seminar daring guna percepatan kemapanan talenta periklanan dan business insights bagi pengambil keputusan,” sambung dia.

Sebelumnya, P3I DKI Jaya menyurvei 134 perusahaan dan 54 di antaranya bersedia menjadi responden. Survei dilakukan guna mencari tahu tingkat kegentingan maupun optimisme dalam menghadapi semester ke-2 2020, dan menyambut 2021. Adapun survei dilakukan pada 25–31 Agustus 2020 secara daring.

Ketua P3I DKI Jaya Elwin Mok berharap, hasil survei bisa menjadi indikasi dan basis data dalam menilai kondisi yang sedang dihadapi bersama.

Diketahui, survei menunjukkan bahwa digital dan media sosial merupakan ruang yang paling banyak disediakan responden, yakni sebesar 74,5%. Lalu disusul above the line dengan 60,8%.

Disebut pula ada tiga klien utama responden ialah perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) sebesar 60,8% kemudian Food & Beverages 41,2%, finansial dan telekomunikasi–masing-masing 31,4%. Sebagian besar responden merupakan perusahaan menengah dan besar dengan 64,7% di antaranya memiliki karyawan di atas 50 orang.

Kemudian, hingga dengan kuartal kedua 2020, sebagian besar responden mengaku belum mencapai target, namun mayoritas (64,7 %) sudah mencapai 50-100%. Hanya 5,9% yang sudah melampaui target.

Selama pandemi, kurang lebih separuh responden memotong gaji karyawan. Di ranah ini, 31,4% memotongan gaji di level manajemen dan 19,6% memotong gaji di seluruh level. Sementara itu, 49% perusahaan tidak memotong gaji.

Untuk menghadapi masa sulit ini, responden cenderung melakukan efisiensi untuk bertahan. Didapati bahwa 76 % perusahaan menunda perekrutan karyawan baru, sekitar 60,8  % perusahaan tidak melakukan PHK. Sekitar 19,6 % sudah melakukan PHK sebagian dari karyawan dan 2 % melakukan PHK terhadap sebagian besar karyawan.  Hanya 17,6% perusahaan yang menambah karyawan baru.

Lebih lanjut, 75% perusahaan diproyeksikan mengalami penurunan billing, dibanding 2019–di mana hal ini berdampak pada penurunan laba perusahaan. Kendati demikian, sebagian besar sekitar 74,5 % memproyeksikan pihaknya bisa bertahan di 2020 ini. Bahkan 15% lainnya optimis bisnisnya bisa bertumbuh.

LH

About author

Related Articles