ADdiction

Storytelling Sangat Penting Untuk Promosi

Addiction.id-Jakarta. Saat ini, banyak pengusaha yang mengandalkan media sosial untuk mempromosikan produknya, termasuk pengusaha kuliner.

Menurut Culinary Storyteller Ade Putri Paramadita, kemampuan untuk menyampaikan rasa makanan atau “storytelling” sangat dibutuhkan dalam iklan kuliner, entah melalui tulisan ataupun bertutur langsung melalui visual semacam video. Sebab hal ini merupakan kekuatan iklan kuliner.

“Storytelling ini sebenarnya digunakan untuk bermacam produk. Kemampuan ini dibutuhkan untuk membalut produk, menambah nilai jual tanpa menjadikannya hard selling. Hal ini meliputi kelihaian berkisah mengenai asal usul santapan, proses pembuatan hingga manfaatnya,” kata Ade, dikutip dari Republika, Senin (22/2).

Ia menjelaskan bahwa pengiklan harus memikirkan bagaimana pesan iklan bisa “nyantol” alias diingat oleh pemirsa. Melalui storytelling, lanjutnya, tujuan itu bisa dicapai.

Namun, Ade menekankan bahwa “storytelling” bukan sebatas susunan kata atau kalimat yang membuai pemirsa. “Itu urusan belakangan,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa “storytelling” berfokus pada bagaimana agar pemirsa mau mendengarkan dan tertarik pada produk pengusaha.

“Misalnya, kita mau menjual sup merah dengan resep nenek. Nenek hanya membikin sup ini di hari perayaan besar. Nah, inilah bagian menarik yang mesti diceritakan. Ceritakanlah bahwa Nenek membikin menu spesial ini di acara tertentu. Baru dijelaskan, isi supnya ada apa saja. Bila perlu, ceritakan bagaimana proses pembuatannya yang menarik. Tambah lagi, sejak jualan bagaimana reaksi orang? Jika nenek masih ada, apa tanggapan nenek setelah resepnya go public?” jelas Ade.

Hal semacam itu, lanjut Ade, bisa dijadikan materi “storytelling”. Dengan begitu konsumen menjadi lebih mudah merasa lekat dan ingin mencoba produk.

“Jadi storytelling itu enggak sempit dan engga jadi patokan kata-katanya saja. Kita harus kenali produk dan gali kisahnya,” sambungnya.

(LH)

About author

Related Articles